09 April 2020

Berita Golkar - Gaji bulanan anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota se-Bali dipotong 75 persen untuk gerakan penanggulangan wabah virus Corona (Covid-19) di Pulau Dewata. Gaji anggota Fraksi Golkar itu dipotong selama tiga bulan, mulai bulan depan.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, keputusan DPD Golkar Bali yang mewajibkan pemotongan gaji anggota Fraksi Golkar ini sudah mendapat persetujuan dari DPP Golkar.

“Gaji anggota DPRD fraksi Golkar se-Bali dipotong 75 persen untuk gaji bulan Mei, Juni, dan Juli untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam penanganan covid 19 di Bali,” kata Sugawa Korry di Denpasar, Rabu (8/4).

Baca Juga: Liga Indonesia Dihentikan, Menpora Zainudin Amali Minta PSSI Perhatikan Nasib Pemain dan Wasit

Dana hasil pemotongan gaji anggota Fraksi Golkar itu digunakan secara langsung di lapangan untuk membantu pengadaan alat pelindung diri (APD) atau kebutuhan lain untuk pencegahan penularan Covid-19 di masing masing kabupaten/kota se-Bali.

“Pemotongan gaji itu tidak disetor ke DPD (Golkar), langsung digunakan di lapangan. Pengawasannya dengan melaporkan kegiatan yang dilakukan dan memberi laporan kepada DPD di masing-masing kabupaten/kota dan Provinsi,” kata Sugawa Korry.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Bali IGK Kresna Budi mengaku tak keberatan dengan pemotongan gaji tersebut.

“Kapan lagi kita bisa saling membantu. Kondisi sekarang semua elemen harus bahu membahu, membantu pemerintah dan masyarakat mengatasi Covid-19 ini. Kita tidak ada keberatan dengan pemotomgan gaji itu,” katanya. {indonesiainside.id}

fokus berita : #Sugawa Korry #Kresna Budi


Kategori Berita Golkar Lainnya