12 April 2020

Berita Golkar - Penolakan pemakaman jenazah masyarakat maupun tenaga medis yang terpapar Covid-19  sungguh memprihatinkan. Wakil Ketua Komisi IX DPR Emannuel Melkiades Laka Lena menyatakan sangat setuju para provokator penolakan pemakaman jenazah diproses hukum.

“Bagi para provokator yang menolak jenazah pasien Covid-19 harus diberi sanksi hukum. Perlu diproses hukum oleh Polri sesuai aturan yang berlaku,” kata Melkiades saat dihubungi, Minggu (12/3).

Dia mengatakan rakyat maupun para tokoh masyarakat harus diberi edukasi untuk memahai Covid-19 dengan baik, termasuk penanganan jenazah. Legislator Dapil Nusa Tenggara Timur itu memintan tidak ada lagi cerita penolakan jenazah pasien Covid-19.

Baca Juga: Pinto Jaya Negara Minta Pemprov Jambi Gratiskan Internet Rumah Untuk Pelajar dan Pekerja

“Jangan lagi ada cerita penolakan jenazah pasien Covid-19 apalagi jenazah tenaga medis, tenaga kesehatan yang harusnya diberi penghormatan tinggi,” ungkap Melkiades.

Karena itu, politikus Partai Golkar yang karib disapa Melki itu menegaskan Polri harus menindak tegas para provokator penolakan jenazah tersebut. “Khusus jenazah tenag medis, tenaga kesehatan, harus diberi penghormatan khusus,” kata Melki.

Sebelumnya,  anggota Komisi XI DPR Kamrussamad pada Rapat Paripurna DPR, Kamis (2/4), berharap kepada rakyat Indonesia untuk tidak menolak jenazah yang wafat karena virus corona untuk dimakamkan di mana pun mereka berada.

Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Peserta Kartu Prakerja Dapat Insentif Rp.3,55 Juta Per Orang

“Karena mereka-mereka adalah saudara-saudara kita, keluarga kita, yang layak dimakamkam di bumi pertiwi ini,” ujar Kamrussamad.

Seperti diketahui, penolakan pemakaman pasien terpapar corona masih terjadi di sejumlah daerah. Terbaru, peristiwa itu terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Awalnya, pihak keluarga berencana untuk memakamkan jenazah di samping makam ayahnya, di TPU Siwarak Suwakul, Kamis (9/4).

Namun, karena adanya penolakan, pemakaman korban corona ini akhirnya dipindahkan ke komplek makam keluarga Dr Kariadi, Kota Semarang. Polda Jawa Tengah bergerak cepat.

Baca Juga: Saat Dyah Roro Esti Bicara Energi Baru Terbarukan di Sidang Virtual PBB

Tim Polda menangkap tiga orang yang diduga provokator terkait penolakan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 di Ungaran Barat, Semarang. Ketiga tersangka yang berinisial THP (31), BS (54), dan S (60) masih dalam pemeriksaan petugas.

“Tindakan penolakan pemakaman seperti itu jelas melawan hukum. Padahal, pihak medis telah menyiapkan standar khusus," terang Direskrimum Polda Jateng Kombes Budi Haryanto, Minggu (12/4). {www.jpnn.com}

fokus berita : #Melki Laka Lena


Kategori Berita Golkar Lainnya