12 April 2020

Berita Golkar - Bertambahnya angka positif virus corona di Nusa Tenggara Barat, membuat Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda angkat bicara. Dia mengingatkan kepada semua masyarakat supaya tidak menganggap remeh keberadaan Covid-19 ini.

“Kita harus banyak belajar dari daerah dan negara lain yang lebih dahulu terpapar virus corona ini. Oleh sebab itu, patuhi protokol jika mau keluar rumah dan protokol masuk rumah,” ungkapnya, Minggu (12/04).

Politisi Partai Golkar NTB ini meminta kepada masyarakat supaya menerapkan apa yang menjadi imbauan pemerintah kemudian di terapkan dan sosialisasikan semampunya minimal terhadap diri sendiri juga keluarga serta lingkungan setempat.

Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Peserta Kartu Prakerja Dapat Insentif Rp.3,55 Juta Per Orang

Menurut Isvie, apa yang menjadi imbauan pemerintah pada dasarnya tidak berat, misalnya menggunakan masker, menjaga jarak, tidak boleh berkerumunan untuk menghindari penyebaran wabah virus corona itu.

Paling penting pesan kepada pemerintah daerah yakni, bagaimana pintu masuk di semua pelabuhan dan bandara serta karantina warga yang baru datang. “Bagi saya mewakili masyarakat Dapil 3 Lombok Timur, adanya peningkatan jumlah positif virus corona, semakin hari sangat menghawatirkan sekali,” kata dia.

Dengan demikian, perlu kiranya membuat gerakan untuk mengajak masyarakat diam dirumah dan keluar rumah kalau tidak penting. Hal ini harus dilakukan untuk meminimalisir perkembangan data virus ini.

Baca Juga: Saat Dyah Roro Esti Bicara Energi Baru Terbarukan di Sidang Virtual PBB

Isvie menambahkan, kalau melihat angka positif virus corona per tanggal 11 April sudah menunjukkan angka 33 orang, itu pun belum masuk data 12 April.

Kalau melihat data Gugus Tugas Covid-19 NTB menyebutkan, hingga Sabtu malam (11/4) secara komulatif di NTB tercatat sebanyak 33 kasus positif Covid-19, 3 sembuh, dan 2 meninggal dunia.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 128. Dari jumlah tersebut 52 PDP masih dalam pengawasan, 76 PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 9 orang PDP meninggal dunia.

Baca Juga: Kiai Milenial Gus Hans Minta Hukum Mati Koruptor Dana Bansos Corona

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 3.658 orang, terdiri dari 1.570 orang masih dalam pemantauan dan 2.088 orang selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 9.259 orang, terdiri dari 6.923 orang masih dalam pemantauan dan 2.336 orang selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 19.263 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 11.752 orang, dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 7.511 orang. {www.talikanews.com}

fokus berita : #Baiq Isvie Rupaeda


Kategori Berita Golkar Lainnya