14 April 2020

Rajab Jinik Desak Pemkot Kendari Larang Mobil Tambang Lewat Jalan Dalam Kota

Berita Golkar - Maraknya aktivitas pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ikut menimbulkan dampak kepada masyarakat, termasuk di Kota Kendari.

Sebab, mobil pengangkut material tambang menggunakan jalan dalam kota dan tidak ada kontribusi terhadap kerusakannya. Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik mengatakan, mobil pengangkut material tambang ini yang melalui jalan di Kota Kendari harusnya dihentikan dulu aktivitasnya.

Karena berdampak pada kerusakan jalan yang merugikan Pemkot dan masyarakat Kota Kendari. Pasalnya, kata Rajab, sampai saat ini pihak perusahaan tambang yang memiliki mobil pengangkut material menggunakan jalan dalam kota tidak memberikan kontribusi apa-apa terhadap Pemkot Kendari.

Baca Juga: Curhat Meutya Hafid Kewalahan Hadapi Menhan Prabowo dan Menkominfo Johnny G Plate

“Belum pernah saya mendegar dalam pembahasan ada sumbangan pihak ketiga dari perusahaan tambang. Pemkot harus tegas menahan dulu mobil-mobil yang melewati jalan dalam kota, sembari pihak perusahaan melakukan koordinasi dan memberikan kontribusinya,” kata LM Rajab Jinik, Selasa 14 April 2020.

Memang, kata Rajab, kewenangan itu ada di provinsi, tapi mobil-mobil ini melintasi jalan kota tengah malam. Harus ada asuransi disiapkan pihak perusahaan untuk memperbaiki jalan yang dilewati.

“Saya tahu ini kewenangan provinsi, tapi yang harus kita pikirkan dampaknya dirasakan oleh masyarakat Kota Kendari seperti kerusakan jalan, debu dan material yang jatuh di jalan yang sangat membahayakan keselamatan masyarakat,” jelas Rajab Jinik.

Baca Juga: Bamsoet Khawatir Ketegangan TNI-Polri Di Papua Dimanfaatkan KKB Teror Masyarakat

Politikus Partai Golkar ini menduga, mobil-mobil perusahaan tambang ini menggunakan jalan dalam Kota Kendari tidak memiliki izin.

“Kalau memang tidak memiliki izin, saya selaku Ketua Komisi III akan merekomendasikan Pemkot Kendari untuk menahan mobil-mobil tersebut dan jangan ada aktivitas yang melintas di Kota Kendari,” tegasnya.

“Mereka ini hanya mencari keuntungan pribadi dan tidak memikirkan dampaknya kepada masyarakat Kota Kendari yang dirugikan,” tambahnya.

Baca Juga: Dedi Irawan Bagikan Ribuan Masker dan Ratusan Hand Sanitizer Bagi Warga Tanah Datar

Untuk itu, kata dia, DPRD akan memanggil pihak perusahaan yang memiliki jeti di wilayah Kota Kendari dan perusahaan tambang yang memiliki mobil pengangkut material tambang untuk mempertanyakan kontribusi terhadap pemkot dan masyarakat Kota Kendari yang merasakan dampaknya.

“Kalau tidak memiliki izin melintas dalam kota, dan belum ada kontribusinya akan kita hentikan. Siapa pun di belakang mereka, kita tetap meekomendasikan ini untuk ditutup,” tutupnya. {inilahsultra.com}

fokus berita : #Rajab Jinik