15 April 2020

Berita Golkar - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan skenario-skenario apabila penyelenggaraan ibadah haji 2020 tetap digelar ataupun dibatalkan. Komisi VIII DPR RI mendesak pemerintah segera memutuskan apakah haji 2020 tetap digelar atau dibatalkan.

"Komisi VIII mendesak pemerintah RI untuk segera menentukan batas waktu kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441/2020 Masehi dengan memperhatikan kondisi objektif penanganan wabah COVID-19 di dalam negeri dalam waktu secepatnya," kata Ketua Komisi VIII Yandri Susanto di YouTube DPR, Rabu (15/4/2020).

Baca Juga: Azis Syamsuddin Apresiasi Penanganan Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet

Dalam rapat, Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily mewanti-wanti Kemenag agar segera memutuskan. Menurutnya, keputusan haji 2020 tetap digelar atau tidak harus diketuk paling lambat pertengahan Ramadhan. 

"Paling lambat pertengahan Ramadhan sudah harus diputuskan apakah kita bisa memberangkatkan jemaah haji atau tidak. Termasuk juga, saya kira tidak harus menunggu KSA, Kerjaan Saudi Arabia, yang terpenting sebetulnya adalah kesiapan jemaah haji kita," ucap Ace.

Politikus Golkar itu mengatakan, jika haji 2020 tetap dilaksanakan, pemerintah harus bisa memastikan bahwa tidak ada risiko jemaah dari Indonesia terinfeksi virus Corona (COVID-19). Ace meminta Kemenag memikirkan secara matang sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga: Golkar Maluku Utara Salurkan Ratusan APD Untuk Tenaga Medis RSUD Chasan Boesorie Ternate

"Kesiapan pemerintah kita untuk bisa memastikan mayoritas calon jemaah haji yang telah mendaftar itu, pertama ia memang bebas COVID-19 untuk berangkat haji, yang kedua mereka tidak berpotensi untuk tertular COVID-19 selama di Arab Saudi. Itu yang harus dipikirkan secara matang-matang," jelasnya.

Sebelumnya, Plt Sekjen Kemenag Nizar Ali memaparkan bahwa jadwal penyelenggaraan ibadah haji 2020 jika tetap dilaksanakan. Nizar, yang juga menjabat Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), mengatakan pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama akan dilaksanakan pada 26 Juni 2020.

"(Tanggal) 25 Juni masuk Asrama Haji dan 26 Juni akan take off pertama, kloter pertama, gelombang pertama. Kemudian akhir closing date kedatangan jemaah haji di Tanah Suci itu 25 Juli 2020. Lalu kemudian proses berikutnya pelaksanaan ibadah haji," kata Nizar dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI yang disiarkan secara langsung di YouTube DPR RI, Rabu (15/4). {news.detik}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily


Kategori Berita Golkar Lainnya