16 April 2020

Berita Golkar - Badan Komunikasi DPR-DPD Papua-Papua Barat menyangkan insiden bentrok senjata antara Polri dan TNI di Papua. TNI-Polri didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh institusi yang ada di Papua untuk mencegah peristiwa ini berulang.   

"Kejadian ini sangat tidak kita harapkan. Kami menyatakan belasungkawa atas peristiwa ini," kata Anggota Badan Komunikasi Parlemen Papua-Papua Barat, Robert J Kardinal.

Eks Bendahara Umum DPP Golkar ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap personil yang bertugas di Papua untuk memastikan setiap personil bisa menjalankan tugasnya tanpa ada gangguan.

Baca Juga: Ditanya Dave Laksono Terkait Rencana Anarko Bikin Kekacauan, Ini Tanggapan Panglima TNI

 

"Evaluasi itu mulai dari pengaturan lama bertugas di Papua, termasuk sarana dan prasarana penunjang di sana, utamanya kesejahteraan anggota. Apalagi tempat mereka bertugas itu seperti Membrano Raya itu sangat jauh dan terpencil," katanya.

Robert menjelaskan, harus ada sistem pengaturan penempatan dan rolling yang baik kepada personil TNI-Polri di Papua. Hal ini sangat perlu untuk memastikan setiap personil bisa terjaga psikologisnya. 

Politisi asal Papua Barat ini menegaskan, sangat penting bagi pemerintah memerhatikan kesejahteraan anggota TNI-Polri yang bertugas di Papua.

Baca Juga: Duh! Nama dan Foto Gandung Pardiman Dicatut Penipuan Berkedok Lelang Mobil

 

Selain itu, agar msalah ini tidak kembali terulang, penegakan hukum kepada pelaku penembakan yang menyebabkan tiga personil kepolisian tewas harus tetap ditegakkan.

"Pelakunya harus ditindak sesuai aturan yang ada karena TNI-Polri memiliki aturan-aturan dalam penggunaan senjata. Jadi, kami sangat sayangkan apalagi ini sampai jatuh korban," tambah dia. {rmco.id}

fokus berita : #Robert J Kardinal


Kategori Berita Golkar Lainnya