17 April 2020

Berita Golkar - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong pemerintah, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Kemendikbud RI untuk dapat memberikan pendampingan kepada sekolah-sekolah yang mengalami kesulitan dalam mengelola dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Hal itu disampaikan Bamsoet, Jumat (17/4/2020) terkait belum siapnya sejumlah sekolah untuk mengelola dana BOS reguler dan bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini dan pendidikan kesetaraan.

Kemendikbud kata Bamsoet, harus memastikan pihak sekolah untuk mengawasi penggunaan dana BOS tepat sasaran. “Pemerintah harus segera merealisasikan sistem Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) daring agar pengelolaan dana BOS juga didukung dengan sistem administrasi yang mudah dipahami dan dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Hidup Ratusan Pedagang Asongan Selama Pandemi Corona

Menurut Waketum Golkar itu, setiap sekolah wajib membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan dana BOS sesuai dengan ketentuan pembuatan SPJ yang berlaku.

Kemendikbud bersama Dinas Pendidikan setempat, jika diperlukan lanjut Bamsoet, bisa menyosialisasikan kembali kepada sekolah-sekolah mengenai pengelolaan dana BOS secara detail, sehingga implementasi tepat sasaran.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, dana BOS tahun ini sebesar Rp54,23 triliun atau naik 6,03% dari tahun lalu. Dana BOS bertujuan untuk mendanai operasionalisasi kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar dan menengah dalam bentuk BOS Reguler, Kinerja, dan Afirmasi.

Baca Juga: Misbakhun Desak Pemerintah Gratiskan Listrik Hingga 2300 VA Selama 6 Bulan

Kementerian Keuangan mengalokasikan dana BOS melalui belanja Transfer ke Daerah, lebih tepatnya pada pos Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik. “Tahun ini fokusnya pada BOS Reguler, di mana unit cost untuk setiap siswa  terlihat perubahannya,” ujar Sri Mulyani, Senin (10/2/2020).

Dimana setiap siswa pada jenjang SD menerima dana sebesar Rp 900.000, naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 800.000. Dana BOS untuk jenjang SD menargetkan sebanyak 25,19 juta siswa.

Sementara, siswa pada jenjang SMP/MTs menerima dana BOS sebesar Rp 1,1 juta per orang, juga naik dari tahun lalu yang hanya Rp1 juta. Alokasi tersebut menargetkan sebanyak 9,97 siswa.

Begitu juga dengan siswa pada jenjang SMA dan SMK masing-masing menerima Rp 1,5 juta dan 1,6 juta, naik dari tahun lalu yang masing-masing sebesar Rp 1,4 juta. Pemerintah menargetkan penyaluran BOS pada sekitar 4,93 juta siswa SMA dan 5,16 juta siswa SMK. {www.senayanpost.com}

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya