22 April 2020

568 Hoaks Beredar, Bamsoet Minta Polri dan Kemenkominfo Tingkatkan Patroli Cyber

Berita Golkar - Terkait masih banyaknya berita bohong atau hoaks tentang Covid-19, MPR RI desak Polri tingkatkan patroli cyber, tindak tegas pelaku dan pemblokiran situs yang terbukti menyebarkan berita bohong.

“Kemenkominfo harus memperkuat sinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Polri dan platform digital untuk terus memantau kabar bohong/hoaks yang beredar di masyarakat serta meningkatkan pengawasan dengan melakukan patroli cyber dan menerapkan pemblokiran setiap akun yang terbukti sebar hoaks,” tegas Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), Rabu (22/4).

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika/Kemenkominfo menyebutkan sepanjang 23 Januari hingga 21 April 2020 terdapat 568 kabar bohong terkait Covid-19). Bamsoet minta pemerintah lebih aktif memberikan informasi yang benar dan transparan. Termasuk memverifikasi kabar bohong/hoaks yang beredar di masyarakat, guna membangun kepercayaan publik.

Baca Juga: Bamsoet dan Dimaz Soesatyo Bagikan Ratusan Paket Sembako di Cikini dan Cilincing

“Pemerintah harus memperbaiki pola komunikasi publik dengan lebih intens mengedukasi masyarakat mengenai informasi seputar Covid-19 serta menjaga komunikasi publik yang komprehensif sehingga efektif dalam mengantisipasi hoaks yang beredar,” kata Waketum Golkar itu.

Namun, dia juga mengimbai masyarakat agar hanya mengakses informasi Covid-19 pada situs resmi milik pemerintah (www.covid19.go.id dan www.covid19.kemkes.go.id), sebagai sumber berita/informasi yang valid dan akurat. {www.senayanpost.com}

fokus berita : #Bambang Soesatyo