22 April 2020

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily angkat bicara perihal banyaknya kritikan yang ditujukan kepada program Kartu Prakerja. Menurutnya program tersebut justru relevan dilakukan saat masyarakat tengah sibuk melawan pandemi virus corona atau Covid-19.

"Saya kira bagi pihak-pihak yang mengkritik Program Kartu Prakerja harus mempelajari secara utuh bagaimana implementasinya. Kartu Prakerja ini justru sangat relevan di saat kita menghadapi pandemi Covid-19," ujar Ace, kepada Tribunnews.com, Rabu (22/4/2020). 

Ace mengatakan Kartu Prakerja bukan hanya menjadi solusi bagi kalangan yang terdampak Covid-19, tetapi merupakan upaya nyata untuk memastikan agar warga negara yang belum memiliki kemampuan skill dan keterampilan di dunia kerja akan dilatih serta dibina agar SDM-nya mumpuni.

Baca Juga: Christina Aryani Akui Kini Dunia Politik Makin Ramah Bagi Perempuan

Dengan demikian, kata dia, pemerintah akan hadir memberikan kemampuan dan peluang kerja kepada mereka. Perihal metode daring yang digunakan, Ace berpandangan hal tersebut sejalan imbauan pemerintah menghadapi Covid-19 melalui physical distancing.

"Tidak mungkin proses peningkatan skill di saat mewabahnya Covid-19 ini dengan metode konvensional, malah harus dengan menggunakan daring," kata politikus Golkar tersebut.

"Selain bahwa pemegang Kartu Prakerja akan mendapatkan pengetahuan atau skill, dia juga akan mendapatkan bantuan untuk dapat memenuhi kebutuhan dasarnya selama menjadi peserta program tersebut," tandasnya.

Baca Juga: Eka Hariani Sandra Bantu APD Untuk Tenaga Medis di Puskesmas Sundatar, Lubuk Sikaping

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah disarankan mengkaji ulang implementasi program Kartu Pra Kerja. Menurut anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus, distribusi kebijakan itu sebaiknya diubah menjadi bantuan langsung untuk menekan dampak ekonomi akibat pandemi virus corona agar tidak semakin meluas.

"Menurut saya, program Kartu Pra Kerja diubah saja jadi bantuan langsung usaha atau padat karya. Jadi belajarnya langsung dengan usaha mandiri, bukan sekadar kursus online. Saat ini mereka lebih butuh dana untuk menggerakkan, create ekonomi, untuk menghidupkan usaha rakyat," kata Deddy dalam keterangannya, Senin (20/4/2020).

Wakil Rakyat dari Kalimantan Utara itu menjelaskan, masyarakat akan mendapat manfaat lebih besar jika menerima anggaran langsung setelah mendaftar dan terverifikasi sebagai pendaftar Kartu Pra Kerja.

Baca Juga: Aksi Nyata Kader Golkar se-Indonesia Ikut Aktif Perangi Wabah Corona

Jika itu terjadi, kata Deddy, masyarakat bisa segera memanfaatkan bantuan dari program senilai Rp20 triliun tersebut untuk memulai dan menggerakkan usaha padat karya dan menggeliatkan perekonomian.

Deddy khawatir, manfaat program Kartu Pra Kerja tidak efektif karena pendaftar harus mengikuti pelatihan berbayar atau kursus online bertarif jutaan rupiah.

Belum lagi risiko jika pelatihan berbayar itu tidak sesuai dengan kebutuhan dalam kondisi khusus seperti saat ini. Baiknya aplikator itu berfungsi sebagai pengelola data dan konseling bisnis. "Kalau uang itu langsung ke pendaftar, maka ekonomi bisa bergerak dan mereka terbantu. Uang tidak masuk ke kantong pemilik aplikasi," ujar Deddy.

Baca Juga: Yahya Zaini Serahkan Bantuan Logistik Pada Satgas COVID-19 PCNU Nganjuk

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, dampak ekonomi akibat krisis Covid-19 sudah dirasakan masyarakat. Dalam kondisi yang khusus ini, kata Deddy, maka harus ada kebijakan khusus untuk meredam agar dampak tidak semakin meluas.

"Anggap saja dana Kartu Pra Kerja itu seperti dana bergulir, koperasi simpan pinjam misalnya. lebih bermanfaat untuk 5,9 juta orang yang sudah mendaftar," kata Deddy.

Dengan begitu geliat ekonomi tercipta karena uangnya tidak masuk ke pemain start up saja. Menurut Deddy, pendistribusian bantuan untuk modal usaha rakyat itu dapat dilakukan bertahap per dua juta pendaftar terverifikasi.

"Banyak usaha bisa dibuat masyarakat penerima bantuan itu, membuat ramuan rempah, vitamin, jual hasil produksi tani langsung konsumen, dan lainnya," ungkap politikus PDI Perjuangan tersebut. {www.tribunnews.com}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily


Kategori Berita Golkar Lainnya