29 April 2020

Berita Golkar - Anggota Komisi VII DPR RI Rudy Mas’ud mempertanyakan SKK Migas terkait banyaknya insiden kebakaran yang terjadi di berbagai kilang minyak dan gas bumi dalam negeri. Seperti yang terjadi di PHKT (Pertamina Hulu Kalimantan Timur), Kalimantan Timur beberapa waktu lalu, serta di Blok Bawean, Jawa Timur.

“Saya melihat banyaknya insiden kebakaran, termasuk di Kalimantan Timur, PHKT ini merupakan fatality incident, kebakaran aset negara. Tentu proses safety-nya harus bisa diaudit dan diklaster oleh K3S Migas yang punya track record safety jelek. Kita bisa belajar dari Deepwater Horizon, kenapa masih ada kejadian seperti ini di kegiatan K3S,” ujar Rudy, Selasa (28/4/2020).

Rudy juga mempertanyakan kemungkinan adanya hubungan atau korelasinya dengan anggaran. Ia menilai, saat pandemi seperti ini, terjadi peristiwa kebakaran, seharusnya koordinasi antara K3S bisa lebih fleksibel, bisa bertransformasi menciptakan fasilitas bersama.

Baca Juga: Masih Dirampungkan, Rudy Masud Belum Umumkan Susunan Pengurus Baru Golkar Kaltim

Serta bagaimana bisa melakukan effort atau upaya bersama menanggulangi terjadinya kecelakaan-kecelakaan kerja termasuk terjadinya kebakaran.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti (F-Golkar) yang mempertanyakan insiden kebakaran di wellhead (kepala sumur) platform di Lapangan Camar, Blok Bawean, Jawa Timur. Dari peristiwa kebakaran tersebut, setidaknya Indonesia kehilangan 27500 barel minyak.

“Bagaimana proses controlling dan monitoring safety di Lapangan Camar setelah kejadian insiden itu. Apakah ada kerusakan lingkungan yang dilaporkan, apakah dampak terhadap nelayan dan masyarakat di wilayah tersebut. Saya sangat ingin meninjau pulau tersebut karena sangat dekat sekali dengan Pulau Bawean yang merupakan daerah pemilihan (dapil) saya,” tanya Roro. {detak.co}

fokus berita : #Rudy Mas’ud #Dyah Roro Esti


Kategori Berita Golkar Lainnya