01 Mei 2020

Berita Golkar - Terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau telah memukul kesejahteraan petani.

Persoalan tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, AA Bagus Adhi Mahendra Putra dalam rapat dengar pendapat (RDP) secara virtual antara Komisi IV DPR RI dengan Sekjen, Dirjen Perkebunan, Dirjen Hortikultura, Dirjen PKH dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Selasa (28/4/2020).

Rapat membahas tindakLanjut Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian tanggal 16 April 2020 yang membahas Refocusing Kegiatan dan Realokasi Anggaran Kementerian Pertanian Tahun 2020 untuk Memenuhi Ketersediaan Pangan dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Baca Juga: Bagus Adhi Mahendra Putra Minta Kementan Perhatikan Petani Karangasem dan Tabanan

 

Dalam paparannya, Adhi Mahendra menjelaskan alasan penolakan atas terbitnya PMK tersebut. “Saya ingin menyuarakan atau memperjuangkan keluhan petani cengkeh dan tembakau yang ada di Bali yaitu diterbitkannya PMK Nomor 152/PMK.010/2019,” ucapnya.

Ia mengaku memang terjadi peningkatan pendapatan sebeaar Rp 125 triliun, namun ironisnya dari kunjungannya ke sejumlah petani harga cengkeh dan tembakau di tingkat petani justru turun dari Rp 100 menjadi Rp 60 ribu.

“Dan ini menjadi jeritan para petani kita di saat Covid-19 merebak seperti saat ini,” ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan Bali ini. Kepada para mitra kerjanya, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini pun menyampaikan sikapnya.

Baca Juga: Lamhot Sinaga Minta Kemenperin Siapkan Langkah Strategis Bangkitkan Industri Usai Pandemi Corona

“Usulan konkritnya mohon agar Sekjen dan Dirjen terkait melakukan koordinasi dengan Menkeu terkait dengan terbitnya PMK ini. Bilamana memungkinkan untuk pencapaian kesejahteraan petani kita agar PMK ini dicabut sehingga tidak ada lagi permainan oleh pengusaha kita dengan dalih karena naiknya cukai maka harga beli di tingkat petani tidak bisa maksimal,” ucap Adhi Mahendra.

Untik diketahui PMK yang mulai berlaku Januari 2020 tersebut telah menaikan cukai rokok dan diprotes oleh petani tembakau karena dinilai terlaku tinggi sehingga membuat petani tembakau tertekan.

Sejumlah LSM dan ormas telah menggelar aksi damai di depan istana Negara, Jakarta pada Kamis (24/10/2019). Aksi damai ini sebagai simbol dari jeritan petani. Hal lain yang juga disampaikan Adhi Mahendra adalah terkait adanya distribusi beras berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Rudy Mas’ud Pertanyakan SKK Migas Terkait Banyaknya Insiden Kebakaran di Kilang Migas

“Nah ini janganlah membuat konflik lebih panjang lagi saya baca di beberpaa media bahwa Pak Mentan akan didirikan ATM beras di Kodim atau Kodam. Ini apa betul atau salah. Tidak tau saya. Tetapi kalau itu betul, maka mohon diurungkan. Karena itu akan menimbulkan kesenjangan lebih tajam,” pesan wakil rakyat kelahiran Badung ini.

Persoalan ketiga yang disampaikan Adhi Mahendra ditujukan kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kamentan. “Kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan terkait dengan Covid-19. Peternak kita khususnya di telor. Sekarang telor tetap produksi namun daya beli masyarakat tidak ada. Lebih baik hasil peternak ini kita beli dan kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” sarannya.

Begitu juga dengan peternak babi. Menurut Adhi Mahendra sekarang ini, ada kesan di Bali situasinya seperti menjadi pesta babi. Karena para peternak menjual babi dengan harga murah karena sudah tidak mampu lagi membeli pakan ternak sehingga para paternak babi terpaksa melepas ke pasar ternak babinya dengan harga murah.

Baca Juga: Dito Ganinduto Optimis Pemerintah RI Mampu Capai Target Pembangunan Di Tengah Pandemi

“Dijual murah tapi kenyataannya walaupun dijual murah harga daging babi di pasaran tetap di kisaran 50 sampai Rp 60 ribu per kilo. Ini perlu langkah-langkah konkrit dari Kementerian Pertanian agar persoalan-persoalan seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya. {www.balipuspanews.com}

fokus berita : #Bagus Adhi Mahendra Putra


Kategori Berita Golkar Lainnya