01 Mei 2020

Berita Golkar - Harga komoditas gula pasir hingga saat ini masih tinggi di pasar tradisional, sekitar Rp17.000/Kg. Padahal harga normalnya, hanya Rp12.500/Kg. Oleh karena itu pemerintah perlu segera menstabilkan harga tersebut melalui operasi pasar.

“Kalau konteksnya menekan harga gula, segera pasokan diperbanyak dan operasi pasar,” kata Anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin di Jakarta, Kamis, (30/4/2020).

Lebih jauh kata Mukhtarudin, harga gula yang sempat melonjak disebabkan oleh pasokan yang kurang. Bahkan beberapa toko ritel kosong dan tak mempunyai stock. “Penyebab utama harga gula tinggi saat ini karena memang pasokan gula sangat kurang karena terlambat melakukan impor,“ tukas Mukhtarudin.

Baca Juga: Puteri Komarudin Dukung Pemerintah Beri Relaksasi Angsuran dan Subsidi Kredit KUR Untuk UMKM

Menurut dia, apabila terdapat produsen gula yang tidak mentaati ketentuan Kementerian Perdagangan dalam pendistribusian gula, maka perlu ditertibkan. “Untuk pasokan melalui impor tidak ada pilihan lain,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan lapangan, kalaupun ditemuka gula pasir di toko ritel, pembelianya dibatasi dan maksimal hanya 2 kilo per konsumen. Itupun konsumen tidak boleh hanya membeli gula saja, namun harus membeli produk yang lain.

Ditempat terpisah, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto siap menindak tegas produsen gula yang tidak tertib aturan yakni menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram (kg) yang membuat harga gula di pasaran melambung di atas HET.

Baca Juga: AMPI Kabupaten Bandung Beri Bantuan Sembako Untuk Warga Terdampak COVID-19 di Rancaekek

“Dalam hal ini tindakan akan kita berikan. Pertama diimbau dulu, kalau tidak bisa akan ada tindakan tegas karena ini mengganggu peredaran bahan pokok pangan,” ujar Mendag.

Mendag akan bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk mengawasi pendistribusian gula dan memastikan bahwa harga di tingkat konsumen sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

“Kami telah membuat tim monitoring untuk mengawasi pelaksanan ini semua. Jangan ada pihak atau oknum yang melakukan penjualan tidak sehat. Semua yang melanggar ini, menjual di atas HET akan ditindak tegas,” ungkap Mendag.

Adapun tindakan tegas tersebut, lanjut Mendag, dapat berupa tidak diterbitkan izin penjualan hingga sanksi pidana. {www.suarainvestor.com}

fokus berita : #Mukhtarudin #Agus Suparmanto


Kategori Berita Golkar Lainnya