04 Mei 2020

Berita Golkar - Seiring anjloknya harga minyak dunia ke level terendah, pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedianya mencari formula untuk menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

Di tengah pandemik Covid-19 seperti saat ini, turunnya harga BBM dinilai sangat membantu masyarakat, terutama yang mereka yang terdampak. Demikian disampaikan anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar Dyah Roro Esti dalam rapat kerja (Raker) antara Komisi VII dan Menteri ESDM Arifin Tasrif, Senin (4/5).

Baca Juga: Hadapi Virus Corona, Dyah Roro Esti Dorong Pengembangan Alkes Produksi Dalam Negeri

"Pertamax dan pertalite mekanisme pasar review 3 bulan, rakyat diuntungkan, minyak dunia turun akan meyesuaikan. Pelajari bersama dan sesuaiakan," ujar Dyah Roro Esti.

Politikus muda Partai Golkar ini menyatakan, pemerintah mesti mempebaiki mekanisme subsidi pada harga BBM untuk tiga sampai enam bulan di tengah anjloknya harga minyak mentah dunia yang masih terus melemah di bawah level 30 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

"Kita perlu perbaiki mekanisme subsidi 3-6 bulan seperti dulu dilakukan supaya tidak terjebak market ekonomi," demikian Dyah Esti.

Baca Juga: Bandingkan Bunga Surat Utang Negara ASEAN, Misbakhun Sebut RI Terlalu Royal di Masa Pandemi

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan, pemerintah belum bisa menurunkan harga BBM di bulan ini, meskipun harga minyak mentah dunia di bawah level 30 dolar AS per barel.

"Pemerintah tetap mempertahankan kebijakan Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP)," kata Arifin Tasrif.

Hal ini lantaran pemerintah masih akan memantau kondisi harga minyak mentah dunia seiring stabilnya nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Dave Laksono: Kartu Prakerja Tingkatkan Kompetensi Masyarakat Indonesia

 

Kemudian, pemerintah juga masih harus memastikan dan menyesuaikan kesepakatan harga minyak dunia mengikuti negara-negara OPEC (organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi) dan non-OPEC pada bulan ini.

"Pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia yang masih belum stabil, yang memiliki volatilitas yang tinggi. Diperkirakan harga akan rebound ke level 40 dolar AS per barel di akhir tahun, waktu cukup lama makanya kami masih cermati perkembangan terutama di bulan Mei dan Juni," demikian Arifin Tasrif. {nkriku.com}

fokus berita : #Dyah Roro Esti #Arifin Tasrif


Kategori Berita Golkar Lainnya