05 Mei 2020

Berita Golkar - DPR mengadakan rapat gabungan bersama komisi VI, VII, dan IX untuk membahas percepatan penanganan virus corona di Indonesia.

Dalam rapat yang dihadiri perwakilan Kemenkes, Kemenristek hingga Kemen BUMN itu, anggota Komisi VII Fraksi Golkar Maman Abdurrahman menyoroti sikap Kemenkes yang dianggap memiliki prosedur berbelit untuk penggunaan alat kesehatan yang diproduksi dalam negeri.

Menurut Maman, alat kesehatan produksi dalam negeri sebenarnya bisa diproduksi, tapi Kemenkes enggan memanfaatkannya.

Baca Juga: Golkar Telah Bagikan 543 Ribu Paket Sembako Untuk Warga Terdampak COVID-19 di 22 Provinsi

"Saya ini heran dengan republik kita, terutama Kemenkes. Kemenristek siap produksi alat-alat terkait COVID-19 dari masker, PCR, ventilator. Kenapa Kemenkes jadi terkesan enggan ambil produk karena belum sertifikasi," kata Maman dalam rapat virtual, Selasa (5/5).

Maman kemudian menganalogikan kinerja Kemenkes dalam menangani wabah corona seperti orang sakau. Sebab, Kemenkes seakan makin membuat Indonesia tambah 'sakit' dengan enggan menggunakan produksi dalam negeri untuk membantu penanganan wabah corona makin parah. Makin lama hal ini berlangsung, maka makin lama wabah corona bertahan di Indonesia.

"Saya pakai analogi kita kaya orang sakau. Kalau lagi sakau kita nyayat badan sendiri. Kenapa? Gimana tidak kondisi di lapangan kita kekurangan alat, kita sudah punya prototype alat-alat yang lengkap, tapi hanya karena alasan prosedural administrasi kita menghambat diri kita sendiri," ucap dia.

Baca Juga: Jelang Sahur, Dedi Mulyadi Blusukan Cek Kondisi Warga Purwakarta dan Beri Bantuan

"Apa bedanya Anda-Anda di Kemenkes seperti kita yang kena sakau? Bayangkan alat bisa produksi sendiri, yang buat aturan kita, lalu kita buat aturan itu untuk menghambat (alat) itu sendiri," sambung dia.

Dia pun merasa heran Kemenkes lebih mengutamakan alat kesehatan impor yang dianggap telah lulus sertifikasi. Maman menduga adanya mafia kesehatan dalam tubuh Kemenkes yang sengaja mengutamakan barang impor.

"Gimana ceritanya kita lebih milih yang impor. Yang sertifikasi kita, yang uji kita. Artinya, kami, saya Fraksi Golkar ada indikasi permainan mafia kesehatan di Kemenkes yang seakan-akan membangun sistem menolak produk dalam negeri dan memprioritaskan produk impor," ucap dia.

Baca Juga: John Kenedy Azis Kembali Bagikan Ribuan Paket APD dan Sembako Bagi Warga di Dapil Sumbar II

Untuk itu, ia mendorong komisi VI, VII, dan IX untuk membuat panitia kerja (panja) gabungan untuk mengusut dugaan tersebut. "Kita dorong panja gabungan atau apa itu khusus untuk mafia kesehatan," ujar Maman.

Menanggapi pernyataan Fraksi Golkar tersebut, Sekjen Kemenkes Oscar Primadi mengatakan pihaknya selalu memperhatikan penguatan sistem ketahanan kesehatan nasional. Khususnya bagaimana meningkatkan kemandirian alat kesehatan, obat dan layanan kesehatan serta SDM.

"Sekarang kami betul-betul godok dalam menghadapi sistem kesehatan kita agar berdaya guna ke depan. Kami apresiasi saran dan masukan," kata Oscar. {kumparan.com}

fokus berita : #Maman Abdurrahman


Kategori Berita Golkar Lainnya