07 Mei 2020

Berita Golkar - Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid mengaku prihatin mendengar informasi terkait adanya jenazah Anak Buah Kapal Warga Negara Indonesia (ABK WNI) yang bekerja di kapal perusahaan China, Long Xin dibuang ke laut.

Berdasarkan informasi yang beredar, ada 18 ABK Indonesia yang bekerja di kapal tersebut. Namun 4 diantaranya meninggal dunia dan jenazahnya dibuang ke laut.

“Kami ikut belasungkawa mendalam atas wafatnya WNI kita dalam pekerjaannya di luar negeri sebagai anak buah kapal,” kata Meutya dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (7/5/2020).

Baca Juga: Bukalapak Diretas, Bobby Rizaldi Janji RUU Perlindungan Data Pribadi Dibahas Usai Lebaran

Politisi Golkar ini pun meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk melakukan investigasi mendalam terkait kasus tersebut.

“Saya meminta Kemenlu untuk melakukan investigasi mendalam terkait wafatnya warga negara kita tersebut. Saya meminta Kementrian Luar Negeri menelusuri dengan seksama kebenaran dari informasi dugaan terkait human trafficking dan pelanggaran jam kerja terhadap ABK yang wafat ataupun ABK-ABK lainnya asal Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, Human Trafficking atau Perdagangan manusia telah ditetapkan PBB sebagai serious crime dan merupakan bentuk pelanggaran dari hak asasi manusia. “Sehingga segala upaya pencegahannya perlu dilakukan,” tutupnya.

Baca Juga: Dave Laksono Bagikan 500 Paket Berbuka Puasa Untuk Supir Taksi dan Pengemudi Ojol di Jaksel

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha membenarkan adanya peristiwa pelarungan ini. Kemenlu akan memanggil Dubes China untuk mengklarifikasi berita tersebut.

"Guna meminta penjelasan tambahan mengenai alasan pelarungan jenazah dan perlakuan yang diterima ABK WNI lainnya, Kemlu akan memanggil Duta Besar RRT (Republik Rakyat Tiongkok)," ujar Judha dalam keterangannya, Kamis (7/5/2020).

Judha menyebut terdapat 3 jenazah WNI dilarungkan ke laut karena kematiannya disebabkan oleh penyakit menular. Kematian 3 ABK itu, sebut Judha, terjadi pada bulan Desember 2019 dan Maret 2020.

Baca Juga: Melki Laka Lena Apresiasi BPOM KIrim Bantuan PCR Untuk Swab Test Pasien Corona ke NTT

"Pada kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian 3 awak kapal WNI saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik. Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya," ujar Judha dalam keterangannya, Kamis (7/5/2020).

Belum diketahui jenis penyakit menular yang diderita ketiga ABK tersebut. Kementerian RRT, sebut Judha, mengklaim pelarungan telah sesuai praktek kelautan internasional. Pelarungan terpaksa dilakukan untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang mengelilingi sebuah karung jenazah berwarna orange. Karung jenazah itu berada di tepi kapal. Kemudian, keempat orang tersebut bersama-sama mengangkat karung jenazah. Keempat pria itu secara serentak melempar jenazah ke laut. {akurat.co}

fokus berita : #Meutya Hafid


Kategori Berita Golkar Lainnya