10 Mei 2020

Berita Golkar - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tetap ada solusi pemberdayaan bagi pelaku usaha pada bidang tersebut.

Hal itu diungkapkan saat instansi yang dipimpin Wishnutama itu memaparkan terjadi realokasi anggaran sebesar Rp Rp 2,1 triliun dari pagu awal Rp 5,3 triliun menjadi Rp 3,2 triliun pada anggaran tahun ini.

Pemotongan tersebut dilakukan seiring dengan realokasi anggaran berbagai kementerian untuk penanganan covid-19 atau Virus Corona. Untuk itu, Hetifah Sjaifudian memaparkan sejumlah solusi yang dapat dilakukan kementerian terkait guna memberikan bantuan kepada pelaku usaha, khususnya ekonomi kreatif.

Baca Juga: Prihatin Anggaran Dipotong, Hetifah Dorong Perpusnas Fokus Program Digitalisasi

“Beberapa subsektor dapat diberikan fasilitasi atau dukungan dalam bentuk menghubungkan dengan kementerian lain. Misalnya Kemendikbud dan TVRI membutuhkan banyak sekali konten kreatif, baik itu dalam bentuk iklan layanan masyarakat ataupun konten pendidikan formal.

Kemenparekraf dapat berkomunikasi lebih lanjut dengan kementerian terkait agar para pelaku kreatif mendapatkan peluang untuk berkontribusi dalam program ini,” ujar Hetifah Sjaifudian saat mengikuti RDP yang dihadiri Kemenparekraf belum lama ini.

Tak hanya itu saja, Wakil Ketua Komisi X tersebut juga meminta agar Kemenparekraf memastikan status pelaku parekraf yang sebelumnya telah didaftarkan pada program Kartu Prakerja.

Baca Juga: Tuti Ruhani Bagikan 7000 Masker Produksi Penjahit Lokal Untuk 9 Desa di Kecamatan Purwakarta

“Harus dipantau terus kelanjutan status 189.586 pelaku parekraf yang telah didaftarkan oleh Kemenparekraf pada 11 April 2020. Mudah-mudahan sebagian atau bahkan seluruhnya sudah mendapatkan bantuan dari Kartu Prakerja.

Kami juga berharap mereka-mereka yang tidak memiliki informasi maupun akses secara daring, dapat dijangkau oleh dinas parekraf di seluruh Indonesia untuk mendapat data by name by address,” ucapnya. Terakhir, Hetifah juga menekankan agar program bantuan Kemenparekraf tepat sasaran dan tepat waktu.

“Diharapkan bantuan Kemenparekraf dapat diberikan tepat sasaran dan pada momentum yang tepat. Sebagai contoh, gerakan masker kain apabila dilakukan sekarang dan ternyata dua bulan lagi covid-19 sudah mereda, maka berarti program ini tidak tepat waktu walau program ini bagus sekali,” tuturnya. {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian


Kategori Berita Golkar Lainnya