13 Mei 2020

Muhammad Fauzi Nilai Relaksasi Masjid Harus Diukur Dari Tingkat Sebaran Corona Setempat

Berita Golkar - Menteri Agama Fachrul Razi sedang mengkaji usulan relaksasi masjid yang juga sudah dibahas dengan Komisi VIII DPR. Wacana ini muncul bersamaan dengan rencana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menuai pro-kontra.

Menanggapi ini, anggota Komisi VIII DPR Fraksi Golkar, Muhammad Fauzi menilai, pelaksanaan relaksasi masjid tergantung bagaimana pengurus masjid memastikan protokol corona tetap dijalankan.

"Masyarakat kita memang perlu pendampingan, dalam beberapa hal. Begitu juga kita mau relaksasi masjid ini, kuncinya sekarang ada di pengurus masjid. Kalau jemaah datang tidak memenuhi unsur itu (protokol COVID-19), ya, tidak boleh masuk," kata Fauzi saat dimintai tanggapan, Rabu (13/5).

Baca Juga: Ini Yang Dilakukan Supian HK 5 Hari Reses dan Serap Aspirasi di 18 Desa di Kabupaten Balangan

"Kalau menyerahkan ke masyarakat, masyarakat kita ini memang perlu pendampingan. Kalau kita bilang, tidak diikuti, makanya kuncinya ada di pengurus masjid," sambung politikus Golkar itu.

Selain dengan protokol COVID-19, menurut Fauzi, rencana merelaksasi masjid juga perlu melihat tingkat penyebaran corona di daerah.

"Kita mau membuat ukuran nasional atau diberikan ke daerah masing-masing, sesuai dengan perkembangan pandemi corona ini sejauh mana. Karena jangan sampai kita ikut-ikutan saja negara lain, mereka mau melonggarkan, karena memang mereka lebih dulu dibanding kita. Itu dulu. Disesuaikan apakah di zona merah, hijau, atau kuning," ujarnya.

Baca Juga: John Kenedy Azis Protes BNPB, Mal Dibiarkan Buka Tapi Masjid Diminta Tutup

Lebih lanjut, legislator dapil Sulsel itu sependapat jika masjid akan direlaksasi. Sebab, menurut Fauzi, agar tak ada kesan diskriminasi terhadap masjid. Apalagi di daerah, persoalan rumah ibadah sangat sensitif.

"Apalagi ini tempat ibadah agak sensitif terutama di daerah-daerah. Jangan sampai nanti terjadi polemik baru, capek juga kita nanti masyarakat dibuat bingung, koordinasi juga kita perlu ditingkatkan," tandas Fauzi.

Usulan relaksasi masjid awalnya disampaikan Anggota Komisi VIII F-PKS, Bukhori Yusuf, dan Wakil Ketua Komisi VIII F-Gerindra Moekhlas Sidik. Merespons hal itu, Menag Fachrul Razi menyambut baik dan akan menyiapkan kajian.

Baca Juga: Daging Babi Dijual Sebagai Daging Sapi, Deding Ishak Desak Diusut Tuntas

"Nanti kami akan rumuskan lebih detail-lah, tetapi kami belum bisa mengangkat itu keluar, karena baru niat kami mengajukan kepada Bapak Presiden dan Kepala Gugus Tugas nantinya, apa saja yang perlu kami lakukan," kata Fachrul saat raker virtual bersama Komisi VIII DPR, Senin (11/5). {kumparan.com}

fokus berita : #Muhammad Fauzi