14 Mei 2020

Berita Golkar - Politisi senior Partai Golkar Firman Soebagyo menilai gagasan untuk mencetak uang senilai Rp 600 triliun untuk melakukan recovery ekonomi pasca pandami COVID-19 tidak semudah yang bayangkan.

“Kita harus melihat bagaimana cara bank central (Bank Indonesia melakukan kebijakan dan operasi moneter,” kata Firman Subagyo, Kamis (15/5/2020).

Menurut Firman, Gubernur BI Perry Warjiyo telah menyampaikan pandanhan dan menolak desakan untuk mencetak uang Rp 600 triliun. Sebab, kebijakan mencetak uang operasi moneter tidak sejalan dengan praktek moneter yang lazim. “Dan ini sudah dijelaskan oleh Gubernur BI saat video conference tanggal 6 Mei lalu,” katanya.

Baca Juga: Firman Muntaco Wafat, Golkar Kalbar Kehilangan Kader Terbaik Dari Kapuas Raya

Artinya, hiruk pikuk gagasan untuk mencetak uang guna merecovery ekonomi pasca pandemi COVID-19 harus segera diakhiri agar tidak menimbulkan pro kontra di masyarakat. “Saya mendukung sikap tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan tdk akan mencetak uang,” kata Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini.

Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memberikan masukan kepada Bank Indonesia (BI) untuk segera mencetak uang Rp600 triliun. Menurut Banggar, saat ini sudah waktunya BI mencetak uang tersebut.

Ketua Badan Anggaran Said Abdullah menjelaskan, pemerintah telah menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 untuk menangani dampak Corona. Perppu itu, kata dia, lahir dalam kondisi kegentingan yang memaksa. dan kondisi moneter saat dalam kondisi genting.

Baca Juga: Muhammad Fauzi Nilai Relaksasi Masjid Harus Diukur Dari Tingkat Sebaran Corona Setempat

Menurutnya, pemerintah tak bisa sendiri dalam menangani dampak Corona, perlu peran BI. Dia juga bilang, inflasinya pun bisa dihitung.

“Oleh karena itu datanglah kesimpulan kalau seperti ini pemerintah tidak mampu berjalan sendirian, maka diharapkan peranan BI. Waktunya sudah BI nyetak uang Rp600 triliun sesuai ketentuan pemerintah. Inflasinya bisa dihitung, bukan tidak bisa dihitung,” terang Said.

Namun, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menggarisbawahi pencetakan uang untuk menambah likuiditas bukan hal yang tepat. Oleh karenanya, BI tidak akan mencetak uang pada saat ini meski banyak pihak yang mendorong hal tersebut, salah satunya dari Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Baca Juga: Bamsoet Minta Pemerintah Lebih Agresif Tingkatkan Kapasitas Pengujian Sampel COVID-19

“Sekarang kita mendengar ada sejumlah pandangan, untuk mengatasi COVID-19 ini BI cetak uang saja. Kemudian dikucurkan ke masyarakat dan tidak usah khawatir inflasi. Ini mohon ya, pandangan-pandangan itu tidak sejalan dengan praktik moneter yang lazim. Mohon maaf nih, supaya masyarakat tidak tambah bingung,” kata Perry Warjiyo dalam video conference, Rabu (6/5/2020). {jambi.haluan.co}

fokus berita : #Firman Soebagyo


Kategori Berita Golkar Lainnya