14 Mei 2020

Berita Golkar - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memberi tanggapan usai kementeriannya diberi kritikan oleh Taufik Hidayat. Sebelumnya, Taufik Hidayat buka-bukaan tentang kondisi negatif Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Melalui kanal Youtube Deddy Corbuzier, Taufik melayangkan sejumlah tudingan kepada Kemenpora. Pria berusia 38 tahun itu menyebut era menteri apa pun korupsi di Kemenpora tidak akan hilang.

"Saya bilang, mau menteri siapa pun, kalau enggak diganti separuhnya, olahraga akan begini terus, enggak bakal maju. Itu harus setengah gedung dibongkar, tikusnya banyak banget," ucap Taufik dilansir dari Kompas.

Baca Juga: Maman Abdurrahman Klaim RUU Minerba Mampu Dongkrak Pendapatan Daerah

Selanjutnya peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini memberi contoh secara gamplang bentuk korupsi di Kemenpora. Dia memberi contoh soal akomodasi bagi atlet yang diduga menjadi penyebab praktik korupsi jalan terus.

"Sekarang gini deh, ada atlet 500. Kita dipelatnasin di hotel. Harga, let's say per atlet jatahnya Rp 500.000," tutur Taufik.

"Kalau kita masukin orang banyak ke hotel itu, kan suka dapat diskon. Rp 100.000 kali 1.000 (500) atlet. Berapa duit? Per hari. Makanya dia (koruptor) bilang kerja gue PNS (gaji) segini-segini, omong kosong semua. Kok mereka bisa survive, punya rumah, mobil, cicilan berapa, hidup di Jakarta? Come on!," ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Erick Hariyona, Kader Muda Potensial Dengan Jabatan Mentereng di Golkar Sumbar

Setelah mengungkapkan itu, Taufik kebanjiran pernyataan dari berbagai pihak. Kali ini giliran Menpora Zainudin Amali memberi tanggapan dengan ucapan pria berusia 38 tahun itu. Atas tudingan Taufik itu, Zainudin tidak akan merombak susunan kepengurusan di Kemenpora.

Dia justru akan berkomitmen untuk membuat Kemenpora menjadi lebih bersih seperti arahan Presiden Joko Widodo. "Tidak akan perubahan atau perombakan di Kemenpora. Saya memberi ketenangan mereka kepada seluruh pejabat dari eselon 1 sampai 4," kata Zainudin kepada Tribunnews pada Kamis (14/5/2020).

"Nah saya beri jaminan, saya tak akan beri perubahan sepanjang good governance, kinerja bagus, birokrasinya lanjut. Saya sudah dengar banyak hal dari luar tentang tata kelola yang di sini, dan pesan Presiden perbaiki tata kelola."

Baca Juga: Sarmuji Tegaskan Cetak Uang Rp.600 Triliun Untuk Hadapi Ancaman Krisis Bukan Solusi Golkar

"Saya beri semangat, apalagi saya dari Parpol. Saya akan buktikan omongan saya, asal beri omongan bagus, pelayanan publik meningkat, kinerja meningkat," katanya menjelaskan.

Zainudin menegaskan dirinya tidak akan mencatat hattrick saat memimpin Kemenpora. Maksud hattrick tersebut adalah Menpora kembali terlibat kasus korupsi seperti yang terjadi di dua periode menteri sebelumnya.

Seperti diketahui, Kemenpora era Andi Mallarangen sempat terciduk kasus korupsi kompleks olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 2012 silam. Sementara kasus kedua terjadi pada era kepemimpinan Imam Nahrawi yang sejauh ini kasusnya belum kunjung selesai.

Baca Juga: Hadapi COVID-19, Melki Laka Lena Tegaskan Baik Metode PCR Maupun Rapid Test Dibutuhkan

Dalam kasus Imam tersebut, nama Taufik sempat tersangkut. Taufik turut dipanggil oleh KPK untuk memberi kesaksian tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pria berusia 46 tahun itu.

Saat dipanggil KPK, dia memberi kesaksian dalam penyerahan uang sebesar 1 miliar dari total korupsi yang diterima oleh Imam. Imam diketahui menerima aliran dana sebesar Rp 20,148 miliar yang jika dirinci berasal dari suap Rp 11,5 miliar dan gratifikasi Rp 8,648 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan KONI.

Taufik sendiri mengakui mengantar uang 1 miliar kepada asisten Imam kala itu, Miftahul Ulum. Akan tetapi, pria kelahiran Bandung itu tidak tahu menahu tentang kegunaan uang tersebut. {www.bolasport.com}

fokus berita : #Zainudin Amali #Taufik Hidayat


Kategori Berita Golkar Lainnya