14 Mei 2020

Berita Golkar - Ketua Majelis Dakwah Indoensia (MDI) Cabang Pekanbaru, Tarmizi Muhammad mengajak masyarakat muslim di Kota Pekanbaru memperbanyak membaca do'a penolak bala (musibah) di momen bulan penuh berkah ini. Berharap Allah Subahanahu wa Ta'ala mengabulkan do'a masyarakat dan menghilangkan wabah corona.

"Selalu taati protokol kesehatan untuk melawan virus ini, menjaga kesehatan, jaga jarak, cuci tangan, disamping itu jadikan musibah ini sebagai momen kita mengintropeksi diri, banyak bertobat minta ampun kepada Allah, apalagi ini bulan Ramadhan, semoga dosa-dosa kita diampunkan oleh Allah, selepas Ramadhan kita kembali fitrah," kata Tarmizi Muhammad, Kamis (14/5/2020).

Baca Juga: Kosgoro 1957 Nilai Pemprov Jawa Timur Tidak Transparan Terkait Anggaran COVID-19

Dikatakan Tarmizi yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Pekanbaru ini, zikir dan do'a diperlukan untuk menghalau virus mematikan ini. Terlebih, jika semua masyarakat muslim Kota Pekanbaru bisa melaksanakan zikir dan do'a penuh dengan kesadaran meminta ampun kepada Allah, maka tidak ada yang tidak mungkin, Allah Ta'ala akan mengangkat bala berupa virus corona dari bumi ini.

"Ada zikir yang sangat mudah, ucapkan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah. Kan ada hadits yang menjelaskan bahwa zikir ini bisa menolak 99 wabah marabahaya. Mari kita perbanyak membaca zikir ini selama Ramadhan."

"Satu lagi membaca Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim. Dengan kita memperbanyak membaca zikir dan do'a, mudah-mudahan covid-19 ini akan cepat hilang," ajaknya.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Pastikan Komisi II Bakal Bahas Perppu Penundaan Pilkada Di Masa Sidang VI DPR

Politisi Partai Golkar ini juga menanggapi mengenai adanya yang beranggapan pemerintah melakukan kebijakan mempersulit masyarakat beribadah dengan menutup masjid, sebagai Ketua MDI, Tarmizi menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan penutupan masjid.

"Kita bukan menutup masjid, hanya sementara, banyak beribadah di rumah, azan tetap ada di masjid, hanya saja tidak mendirikan jamaah di masjid, tapi jika bisa melakukan protokol kesehatan silahkan, ukur suhu badan, cuci tangan, pakai masker, mengatur jarak shaf," terang Tarmizi.

Aturan untuk beribadah di rumah dibuat pemerintah, lanjut Tarmizi Muhammad, bukanlah mempersulit masyarakat dalam beribadah, hanya saja menganjurkan agar sementara waktu tidak melakukan shalat berjamaah di masjid sebagai upaya untuk menjaga agar masyarakat tidak tertular virus corona.

"Kita berjaga-jaga agar virus ini tidak terus menyebar, kalau kita tetap kumpul-kumpul tentu bisa mempercepat penyebaran, makanya saya mendukung PSBB supaya kita lebih disiplin," pungkasnya. {riauaktual.com}

fokus berita : #Tarmizi Muhammad


Kategori Berita Golkar Lainnya