22 Mei 2020

Misbakhun Tuding Menkeu Sri Mulyani Gagal Pediksi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Berita Golkar - Anggota DPR RI Komisi XI Mukhamad Misbakhun menilai Menteri Keuangan Sri Mulyani gagal dalam memprediksi dengan akurat beberapa indikator Perekonomian Nasional di tengah pandemi COVID-19.

"Padahal Menkeu berlatar belakang teknokrat dan melihat semua kejadian yang ada. Menkeu juga memiliki semua instrumen alat ukur untuk menghitung perekonomian tetapi salah dalam memprediksi ekonomi," tegasnya dalam akun twitter pribadinya @MMisbakhun yang dipantau Akurat.co, Jumat (22/5/2020).

Misbakhun mengungkapkan, awalnya bendahara negara itu memprediksi Pertumbuhan Ekonomi kuartal I 2020 di level 4,5 persen hingga 4,7 persen, tetapi berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan di kuartal I 2020 ternyata menjadi 2,97 persen.

 

Baca Juga: Hetifah Ajak Pemuda Jadi Motor Perubahan Di Tengah Pandemi Corona

Hal lain yang terkait pelebaran Defisit dalam postur APBN yang baru Perpres 54/2020, Defisit dilaporkan sebesar 5,07 persen. Tetapi, dalam beberapa hari terakhir diprediksi dan diumumkan melalui konferensi pers Defisit melebar lagi menjadi 6,27 persen. "Artinya, Defisit melonjam dari Rp852,9 triliun menjadi sekitar Rp1.028,5 triliun," sebutnya. 

Politisi partai Golkar itu menyayangkan bahwasanya penambahan pelebaran Defisit ini terlebih dahulu disampaikan ke media bukan kepada DPR. Walaupun dari awal sudah diduga Defisit pasti akan melebar lagi karena pemerintah belum membuat prakiraan awal biaya penyelamatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi ini.

Ia pun menegaskan Menteri Keuangan sudah mendapatkan dukungan penuh dari DPR, tetapi harusnya Menteri Keuangan memanfaatkan dukungan politik itu dengan penuh tanggung jawab dan professional. Sehingga jangan terkesan seenaknya membuat prediksi dan melakukan perubahan justru di saat postur angka-angka yang ada di APBN baru saja disusun.

Baca Juga: Pandemi COVID-19, Erry Iriansyah Sebut Tradisi Silaturahmi Bisa Diganti Komunikasi Online

"Ini menjadi ukuran kredibilitas dan kemampuan seorang Menteri Keuangan dalam menjalankan mandatnya sebagai pembantu presiden. Jangan sampai sering berubahnya postur APBN membuat Presiden Jokowi menerima banyak kritik," tegas Misbakhun. {akurat.co}

fokus berita : #Misbakhun #Sri Mulyani