28 Mei 2020

Profil Tantowi Yahya, Politisi Penyanyi Yang Jabat Dubes RI Untuk Selandia Baru

Berita Golkar - Tantowi Yahya lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada 29 Oktober 1960. Tantowi Yahya adalah seorang penyanyi sekaligus politisi Indonesia. Ia kerap menjadi host dalam beberapa acara televisi nasional.

Selain itu, Tantowi Yahya juga merupakna ikon musik country Indonesia. Sebagai politisi, Tantowi Yahya berhasil terpilih sebagai Anggota DPR RI selama dua periode. Akan tetapi ia tidak melanjutkan periode keduanya.

Hal itu karena ia dilantik menjadi Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru. Tantowi Yahya memiliki istri bernama Dewi Handayani. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai anak yaitu Muhammad Adjani Prasanna Yahya dan Muhammad Alano Panditto Yahya.

Baca Juga: Walikota Rahmat Effendi Hanya Akan Terapkan New Normal di Zona Hijau COVID-19 Bekasi

Kehidupan Awal

Tantowi Yahya merupakan anak dari pasangan HM Yahya Matusin dan Hj Komariah Yahya. Dalam keluarga tersebut, ia merupakan anak kedelapan. Sejak kecil, Tantowi Yahya memang sudah bercita-cita menjadi orang terkenal sejak kecil.

Bakat menyanyinya sudah terlihat sejak dirinya duduk di bangku sekolah dasar. Kala itu ia suka bernyanyi, terutama lagu-lagu barat yang beraliran country. Semasa SMP, Tantowi Yahya mengikuti les bahasa Inggris.

Ia cepat menguasai bahasa Inggris hingga beberapa waktu kemudian, ia diminta menjadi pengajar di tempat dia kursus.

Baca Juga: Deding Ishak Tak Ingin New Normal Memperparah Pandemi COVID-19, Ini Solusinya

Karier

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Tantowi Yahya memutuskan untuk hijrah ke Yogyakarta. Ia kuliah Akademi Kepariwisataan Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan D1, ia kemudian pindah ke Bandung untuk kuliah di National Hotel Institute (NHI).

NHI termasuk perguruan tinggi perhotelan dan pariwisatan paling populer saat itu. Beberapa waktu kemudian, Tantowi Yahya pindah ke Jakarta. Di sana, ia bekerja sebagai resepsionis di Hotel Borobudur Intercontinental Jakarta pada 1982.

Setelah bekerja satu setangah tahun, Tantowi Yahya diterima sebagai Assistant Manager di Hotel Jakarta Hilton International. Tantowi Yahya pindah ke PT BASF Indonesia pada tahun 1987.

Baca Juga: Tekad Tetty Paruntu Menangkan Pilgub Sulut dan 7 Pilkada se-Sulut

BASF sendiri merupakan perusahaan pembuat pita kaset audio dan video yang berpusat di Ludwigshafen, Jerman. Ia tercatat tujuh tahun berkarier bersama PT BASF.

Tantowi Yahya dengan dukungan sepenuhnya dari Danny Jozal berhasil mengibarkan nama perusahaan Jerman tersebut melalui kegiatan musik tahunan, BASF Award.

Pada 1994, Tantowi Yahya dari BASF untuk membuat perusahaan sendiri yang bergerak dibidang produksi dan distribusi rekaman serta jasa penyelenggaraan pertunjukan (event organizer). Perusahaan tersebut diberi nama Ciptadaya Prestasi.

Baca Juga: Desak Reshuffle Kabinet Di Tengah Pandemi, Melki Laka Lena Tuding PSI Tak Punya Sense of Crisis

Setahun kemudian, BASF menutup bisnis kasetnya di seluruh dunia. Hal itu berkaitan dengan munculnya CD sebagai media perekaman yang baru. Setelahnya, lebih berkonsentrasi di industri kimia yang membesarkannya hingga kini.

Setelah keluar dari BASF, Tantowi Yahya semakin bersinar. Ia berhasil menghimpun dan melahirkan artis besar di bawah label Ceepee Production.

Ceepee juga pernah merancang dan menyelenggarakan berbagai event besar seperti BASF Award 1992-1994, Pemilihan Puteri Indonesia, Miss Indonesia Paegeant 1994-1996, Citra Pariwara 1994-1995, We Are Indonesia Concert Istana Bogor 1999, dan acara Panasonic Awards.

Baca Juga: Kodrat Sunyoto Apresiasi Gerak Cepat Gubernur Khofifah Bantu Warga Terdampak Banjir di Lamongan

Tantowi Yahya kemudian juga dikenal sebagai seorang pembawa acara dan penyanyi. Pada awalnya, ia menjadi pembawa acara untuk beberapa program di TVRI. Meski demikian, perlahan nama Tantowi Yahya menjadi laris sebagai pembawa acara.

Satu di antara karier terbaik Tantowi sebagai pembawa acara adalah menjadi pembawa acara kuis WWtBaM? (2001-2006).

Berkat keterampilannya sebagai pembawa acara, Tantowi Yahya meraih penghargaan sebagai The Most Favourite Television Quiz Host dalam ajang Panasonic Awards 2003, 2004, 2005, dan 2009.

Baca Juga: Habib Ismail Bin Yahya Mundur, Golkar Berpeluang Usung Cawagub Kalteng Pendamping Petahana

Tantowi juga aktif di dunia musik, terutama musik country. Tantowi memulai kariernya dalam industri musik Indonesia pada tahun 2000 saat merilis singel "Gone, Gone, Gone". Setelah itu, ia menelurkan album perdananya berjudul Country Breeze dan terjual hingga 300.000 keping.

Politik

Di dunia politik, Tantowi Yahya pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI dua periode. Pada periode 2009-2014, Tantowi Yahya menjadi Anggota DPR RI mewakili Dapil Sumatera Selatan. Pada Pileg 2014, ia kembali terpilih dan melenggang ke Senayan.

Bedanya, di tahun 2014-2019, ia menjadi wakil untuk Dapil DKI Jakarta III. Dapil tersebut mencakup daerah Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Pada periode 2014-2019, Tantowi kembali bertugas di Komisi I DPR-RI.

Baca Juga: Syarifah Suraidah Pimpin IIPG Kaltim Bagikan Sembako Untuk Korban Banjir di Kota Samarinda

Ia sempat mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Komisi I yang membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi dan informatika. Tantowi Yahya dicopot dari posisi sebagai Wakil Ketua Komisi I, digantikan oleh Meutya Hafid pada Januari 2016.

Kemudian ia mendapatkan posisi sebagai Wakil Ketua Badan Kerjasama antar Parlemen. Meski demikian, Tantowi Yahya tidak menyelesaikan masa jabatannya di DPR RI 2014-2019. Pasalnya, dirinya dilantik sebagai Duta Besar.

Menjadi Duta Besar

Tantowi Yahya resmi menjabat sebagai Duta Besar Selandia Baru setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/3/2017). Tantowi tak menampik penugasannya sebagai Duta Besar tak terlepas dari peran Partai Golkar.

Baca Juga: Melki Laka Lena Minta Menkes Susun Detil Panduan New Normal di Semua Sektor

Ia mengatakan namanya diusulkan oleh Ketua Umum Partai Golkar saat itu, Setya Novanto. Meski demikian, Tantowi Yahya menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Jokowi sebagai pemilik hak prerogatif.

Jokowi pun pada akhirnya menyetujui usulan yang diajukan Partai Golkar dan mengirimkan nama Tantowi bersama 22 calon Dubes lainnya untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPR.

Sebelum menjalankan tugas, Tantowi Yahyamengaku sudah mendapatkan sejumlah arahan dari Presiden. Tugas pertama yang harus ia lakukan adalah meningkatkan komunikasi dan hubungan antara Indonesia dan Selandia Baru.

Baca Juga: Percepat Penanganan COVID-19, Bupati Tetty Paruntu Dukung Ide New Normal Dari Pusat

Setelah beberapa waktu menjabat sebagai Dubes, Tantowi Yahya merasa pekerjaannya menyenangkan. Baginya, diplomasi adalah seni.

Menurut Tantowi Yahya, dalam ilmu diplomasi banyak sekali kemungkinan yang akan terjadi. Latar belakangannya sebagai politikus, membuatnya tidak mengalami kesulitan untuk menjalankan tugas.

Diskografi

Country Breeze (2000)
Southern Dreams (2002)
Country Manado (2003)
Friends (2005)
Livin' with Dreams (2008)
Sings Evergreens (2013) {video.tribunnews.com}

fokus berita : #Tantowi Yahya