31 Mei 2020

Berita Golkar - Wabah global virus Corona juga berdampak buruk terhadap nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Puluhan ribu pekerja asal Indonesia terpaksa harus pulang ke kampung halamannya masing-masing. Fakta ini membuat jumlah pengangguran di Tanah Air makin bertambah.

Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, buruh migran Indonesia yang pulang hingga akhir April 2020, berjumlah 88.759 orang. Mereka berasal dari Malaysia, Hongkong, Singapura, dan negara lainnya. Dalam bulan Mei ini, diprediksi jumlah yang akan pulang ke Indonesia sebanyak 16.812 orang.

Sementara itu, sebanyak 34.644 orang tidak bisa berangkat karena kebijakan menunda sementara penempatan tenaga kerja di luar negeri. Ini tentu menambah jumlah penganguran di Indonesia yang terus meningkat.

Baca Juga: Pangsa Pasar Drone Lebih Luas, Christina Aryani Pahami Proyek R80 dan N245 Dicoret Dari PSN

Menyikapi kondisi ini, anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin meminta agar para pekerja migran tersebut mendaftarkan dirinya dalam Program Kartu Prakerja.

“Kita dorong Pekerja Migran ini untuk ikut mendaftar program kartu Prakerja. Mereka adalah warga negara Indonesia, yang juga berhak untuk mendapatkan hak yang sama. Namun tentunya mereka juga harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,” kata Nurul Arifin. Nurul juga berharap, pekerja migran ini mendapatkan kemudahan guna mendaftar program tersebut.

“Kita berharap, pekerja migran ini mendapat atau menambah skill baru dan keterampilannya lewat Pelatihan di Program Kartu Prakerja. Kita juga harus mendorong mereka untuk menjadi entrepreneur baru di daerah atau desanya masing-masing,” kata Nurul yang juga salah satu Wakil Ketua Partai Golkar itu.

Baca Juga: Tutupi Defisit APBN, Misbakhun Sarankan BI Terbitkan Obligasi Zero Coupon Bond

Menurut Nurul, sebagai pekerja migran, mereka diyakini memiliki sejumlah tabungan selain skill atau keterampilan. Jika ditambah dengan program pelatihan di Kartu Prakerja, diharapkan PMI tersebut bisa membuat dan menumbuhkan usaha mikro.

“Usaha baru tersebut diharapkan menggeliatkan ekonomi dalam skala kecil di daerah mereka. Selain itu juga bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat korban PHK (Pemutusan hubungan kerja),” ungkap Nurul.

Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri mencatat jumlah pengangguran di Indonesia sudah tembus 6,88 juta orang pada Februari 2020. Sementara Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk yang dirumahkan di tengah pandemi covid-19 sejauh ini mencapai 2,9 juta orang

Baca Juga: Bamsoet Dorong DPR Segera Tuntaskan Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Jika ditambah jumlah PMI yang gagal berangkat dan dipulangkan dari luar negeri, maka jumlah pengangguran ini terus membesar. Bahkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada tahun 2020 memiliki outlook 7,8-8,5 persen.

Program Kartu Prakerja sebagai salah satu bentuk jaring pengaman sosial tentu menjadi harapan bagi pekerja yang terkena dampak pandemi Covid-19. {www.tribunnews.com}

fokus berita : #Nurul Arifin


Kategori Berita Golkar Lainnya