31 Mei 2020

Cegah COVID-19 Saat New Normal, Golkar Usulkan Subsidi Pondok Pesantren se-Jawa Timur

Berita Golkar - Partai Golkar Jawa Timur menyikapi rencana pemerintah untuk menerapkan new normal. Khususnya, bagi kalangan santri yang menimba ilmu di pondok pesantren di Jawa Timur.

Wakil Ketua Bidang Kerohanian DPD Partai Golkar Jawa Timur, Muhammad Bin Muafi Zaini, menjelaskan, saat ini pondok pesantren masih menjadi salah satu tempat yang aman dari pandemi virus Corona atau Covid.

Menurutnya, hal itu sebaiknya harus dijaga. Apalagi, ketika nantinya santri kembali belajar dan ibadah di pondok pesantren. "Hal ini penting untuk dijaga betul dengan perhatian penuh dari pemerintah," kata politisi yang akrab disapa Gus Mamak ini, Minggu (31/5/2020).

Baca Juga: Pilkada Serentak 9 Desember 2020, Ahmad Doli Kurnia Pastikan Kualitas Demokrasi Tetap Terjaga

Permintaan Golkar ini bukan tanpa alasan. Mengingat, jumlah santri yang saat ini diperkirakan mencapai 1,1 juta jiwa. Apabila jumlah tersebut telah masuk ke pondok pesantren, akan sekaligus menurunkan pergerakan manusia usia aktif secara signifikan.

Karena begitu santri masuk, mereka tidak kemana-mana dan tidak berinteraksi dengan pihak luar. Akhirnya, Covid-19 lebih mudah dikendalikan.

"Namun jika proses kembalinya santri ke pesantren dilakukan asal-asalan tanpa screening yang tepat, maka justru menjadi blunder," kata anggota DPRD Jatim ini.

Baca Juga: Gelar Halal Bihalal Virtual, Ini Pesan Para Petinggi Golkar Untuk Seluruh Kader

"Sebab, dengan kepadatan pesantren yang meningkat menjadikan interaksi fisik lebih intens," papar anggota DPRD Jatim dua periode ini.

Oleh karena itu, pemerintah perlu terlibat dalam proses pengembalian santri belajar di pondok pesantren. Bukan hanya dengan menyiapkan protokol semata, namun terlibat secara fisik.

Di antaranya dengan memberikan pendampingan tenaga ahli bagi pengurus kesehatan pesantren dalam hal pemeriksaan kesehatan (screening). "Misalnya, dengan mempermudah surat sehat sesuai kekuatan anggaran pesantren. Juga, subsidi rapid test," cetus legislator dari dapil Jatim 14 (Madura) ini.

Baca Juga: Ace Hasan Ungkap Pemangkasan Nilai Bansos Tunai Sesuai Kemampuan Keuangan Negara

Jika proses pengembalian santri berjalan sukses tanpa membawa virus, maka santri akan bisa belajar dengan baik di bawah bimbingan para pengasuh.

"Bukan tidak mungkin doa 1,1 juta orang ditambah tenaga pendidiknya ini insyaallah akan signifikan sebagai ikhtiyar batin memerangi Covid-19," pungkasnya. {jatim.tribunnews.com}

fokus berita : #Muhammad Bin Muafi Zaini