05 Juni 2020

Berita Golkar - Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto berharap pemulihan ekonomi di Indonesia berlangsung lebih cepat dengan pembukaan kembali sejumlah sektor ekonomi vital. Hal itu diungkapkan Airlangga dalam webinar New Normal Partai Golkar di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Airlangga menyebutkan bahwa pembukaan kembali kegiatan ekonomi sejumlah sektor industri menunjukkan penanganan Covid-19 di Indonesia cukup berhasil. Dengan sejumlah pelonggaran pembatasan sosial, pemerintah menerapkan konsep masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19.

Airlangga juga menyebutkan bahwa berdasarkan proyeksi IMF, tahun ini pertumbuhan ekonomi global minus 3%. Kemudian untuk negara maju -6%, emerging country minus 1%, Amerika Serikat dan minus 5,9%. Hanya tiga negara yang pertumbuhannya positif yaitu Tiongkok 1,2%, India 1,9%, dan Indonesia 0,5%.

Baca Juga: Cegah Klaster COVID-19, Wahid Yusuf Minta Penataan Lapak Pasar dan Rekayasa Lalu Lintas Dievaluasi

“Dalam proyeksi selanjutnya diperkirakan pada tahun 2021 berbagai ekonomi sudah masuk dalam posisi positif. Posisi negara lain yang seluruhnya negatif mengindikasikan bahwa dunia hari ini sudah masuk resesi."

"Ada yang sangat dalam, seperti kita lihat di kuartal pertama 2020, Hong Kong sudah -8.9%. Indonesia masih positif 2,97%, bersama Vietnam 3,82% dan Korea sebesar 1,29%,” kata Airlangga.

Airlangga menyebut, percepatan pemulihan ekonomi akan ditopang juga oleh stmulus dan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai Rp 677 triliun. Dari jumlah itu, sebagian untuk bantuan sosial, membantu UMKM, BUMN, dan insentif untuk dunia usaha.

Baca Juga: Pilkada Saat New Normal, Nurdin Halid Usulkan Kepala Daerah Dipilih Oleh DPRD

Khusus untuk bantuan sosial atau jaring pengaman sosial, berbagai program yang diluncurkan pemerintah mampu mencakup 55% masyarakat kelompok terbawah, sehingga akan menaikkan konsumsi.

Menurut Airlangga, kini semua komponen bersiap memasuki new normal, baik untuk kegiatan sosial maupun kegiatan bisnis. Aspek kesehatan dan sosial ekonomi adalah dua sisi dari koin yang tidak bisa dipisahkan.

Artinya, meskipun kegiatan ekonomi mulai dibuka, protokol kesehatan tetap wajib dijalankan, setidaknya wajib memakai masker dan menjaga jarak, juga penggunaan hand sanitizer dan sering mencuci tangan.

Baca Juga: Jelang New Normal, Zigo Rolanda Minta Pemkab Solok Selatan Gencar Gelar Simulasi di Ruang Publik

Airlangga menekankan, pelonggaran pembatasan sosial dan penerapan new normal harus melibatkan melibatkan publik secara luas, agar semua saling bisa memonitor. Selain itu, masing-masing sektor juga mesti mengacu pada protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh kementerian teknis terkait.

Airlangga menambahkan, saat ini ada 98 kabupaten/kota yang berstatu hijau alias tidak terdampak Covid-19 serta sudah membuka kegiatan ekonomi.

Kemudian ada 138 kabupaten/kota yang tren reproduksi efektifnya (Rt) sudah mendekati di bawah 1 sehingga siap untuk dibuka. Selain itu, ada 166 kabupaten/kota yang risikonya sedang dan 108 kabupaten/kota dengan risiko penularan tinggi.

Baca Juga: Menag Batalkan Haji 2020, Ace Hasan Minta Pemerintah Jelaskan Alasannya ke Masyarakat

“Oleh karena itu tugas pemerintah pusat, kementerian, dunia usaha, dan masyarakat adalah mendorong daerah-daerah ini menjadi kuning ataupun menjadi hijau agar segera diberlakukan normal baru,” tutur Airlangga. {investor.id}

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya