06 Juni 2020

Ace Hasan Minta Kemenag dan BPKH Tak Persulit Pengembalian Uang Jamaah Haji Yang Gagal Berangkat

Berita Golkar - DPR meminta Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mempermudah pengembalian uang calon jemaah haji yang gagal berangkat tahun ini. Ada dua mekanisme yang disarankan DPR terkait dana haji tahun ini.

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Ace Hasan Syadzily, mengatakan mekanisme pertama adalah jamaah bisa menitipkan uang pelunasannya kepada BPKH untuk dikelola.

Kedua, bagi calon jamaah haji yang ingin uang setoran pelunasan diambil kembali maka pemerintah harus memberikan kemudahan uang tersebut digunakan untuk kepentingan jamaah haji.

Baca Juga: Gunakan THR Untuk Bantu Nelayan Larantuka, Bamsoet Beri Penghargaan Dua Prajurit TNI AL

"Ini uang pelunasan. Kalau uang setoran awal nilainya Rp25 juta per jamaah sebagai DP (uang muka). Tahun ini total pembayaran ibadah haji sekitar Rp35 juta-an sampai Rp36 juta tergantung embarkasi."

"Nah yang bisa diambil itu setoran pelunasan yang sekitar Rp10 juta. Itu kalau mau diambil, pemerintah dalam hal ini BPKH harus mempermudah masyarakat untuk mendaptkannya," kata Ace dikutip dari Sindonews, Jumat (5/6/2020).

Ace menambahkan, bagi masyarakat yang ingin mengambil dana pelunasan haji maka nantinya saat pemberangkatan tahun depan harus bisa melunasi dengan nilai yang menyesuaikan dengan biaya terbaru. Sebab, pembiayaan haji selalu menyesuaikan dengan kondisi saat ibadah digelar.

Baca Juga: Kasus Ibu 3 Anak Curi Sawit Rp.76.500 Diproses Hukum, Supriansa Sarankan Jalan Damai

"Nah, uang pelunasan calon jamaah haji yang disimpan di BPKH, ini harus dipisah sendiri, sejauh mana nilai manfaat dari uang yang dikelola BPKH tersebut dan harus dipastikan mereka bisa haji tahun depan," ucapnya.

Sempat muncul kekhawatiran di kalangan jamaah haji yang gagal berangkat tahun ini, uang simpanan haji mereka bakal digunakan untuk menstabilkan Rupiah. Ace menjelaskan saat ini sebagian besar uang jamaah haji yang dikelola oleh BPKH diinvestasikan dalam bentuk sukuk syariah.

"Jadi negara meminjam uang kepada dana haji dengan mekanisme sukuk. Nanti setelah itu ada imbal hasil yang rata-rata 7 persen," ujarnya. {www.inews.id}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily