09 Juni 2020

Berita Golkar - Fraksi Golongan Karya DPRD Jawa Barat menilai yang harus dikhawatirkan bukan hanya lonjakan kehamilan di Jawa Barat, tetapi mulai dari risiko terpapar Covid-19, malanutrisi atau gizi buruk yang mengakibatkan stunting pada anak terutama persoalan kematian ibu dan bayi.

“Saya kira tak begitu ya, bukan hanya lonjakan kehamilan ditengah pandemi yang harus dikhawatirkan pemerintah. Tetapi banyak hal, risiko terpapar Covid-19, gizi buruk dan stunting hingga kematian ibu dan bayi, itu beberapa hal yang harus diperhatikan pemerintah,” ujar Ketua Fraksi Golkar yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi 5 DPRD Jawa Barat, Yod Mintaraga, 9 Juni 2020.

Baca Juga: Turun Jadi 66,5 Persen, Ace Hasan Nilai Tingkat Kepuasan Jokowi Masih Tinggi di Tengah Pandemi

Lantas apa yang harus dilakukan pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat ketika ada peningkatan kehamilan, terutama dampaknya dan risiko-risiko tersebut, menurut Yod, pertama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan pihak terkait salah satunya BKKBN harus terus berupaya menekan angka kehamilan.

“Memang yang namanya hamil atau kebahagian seseorang atau pasangan itu hak masing-masing, tetapi kembali lagi pemerintah harus hadir saat melihat ada resiko yang mengintai ibu hamil termasuk bayinya. Mulai dari resiko terpapar Covid-19, gizi buruk, stunting dan lain persoalan,” jelas dia.

Kedua, menurut Yod Mintaraga, karena ada jumlah kenaikan kehamilan di Jawa Barat terutama di Tasikmalaya dan Cirebon tinggi, maka Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terutama pemerintah kabupaten atau kota agar bisa memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi ibu dan bayi dalam kandungan.

Baca Juga: Zulfikar Arse Sadikin Sebut Sistem Tertutup Lebih Kompatibel Dengan Keputusan MK Terkait Pemilu

Hal itu dilakukan supaya menghindari malanutrisi hingga terhindar dari stunting melalui program yang ada yang menyasar ibu hamil dan bayi, atau memberikan bantuan khusus untuk ibu hamil dari ekonomi tidak mampu yang terdampak Covid-19.

“Memang tingkat kelahiran atau kehamilan harus dikendalikan, tetapi yang lebih penting (karena sudah ada angka peningkatan kehamilan) adalah memenuhi gizi ibu dan bayi dan risiko kematian dengan program yang ada,,” terang dia.

Ketiga, lanjut Yod, mengingat Jawa Barat saat ini masih di tengah pandemi Covid-19 Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terutama kabupaten dan kota pun harus memastikan protokol kesehatan disiplin diterapkan di semua layanan kesehatan terutama untuk layanan pemeriksaan ibu hamil dan anak.

Baca Juga: Belum Putuskan Sikap, Ahmad Doli Kurnia Sebut Golkar Masih Kaji Tiga Opsi Sistem Pemilu

Hal ini mengingat tidak sedikit kasus anak yang terpapar Covid-19 padahal bayi atau anak mobilitas-nya masih kurang. “Sebenarnya ada dan tidak ada pandemi Covid-19 kesehatan ibu hamil dan bayi dalam kandungannya harus sehat, dan protokol kesehatan pun tidak saja untuk ibu hamil dan anak," ucapnya. 

"Tetapi, karena ibu dan anak beresiko maka protokol kesehatan harus ditingkatkan. Kemudian untuk program yang menyasar ibu hamil dan bayi pun harus ditingkatkan meskipun kemampuan pemerintah belum begitu maksimal,” kata dia lagi.

Terakhir, Yod pun mengimbau kepada pasangan baru bahkan lama sekalipun untuk bisa menunda kehamilan dengan ber-KB dengan berbagai metode yang ada. Sedangkan untuk ibu hamil dan anak, diminta untuk perhatikan gizi dan kesehatan terutama resiko-resiko terpapar Covid-19.

Baca Juga: AMPG Jawa Barat Dukung Penuh Dadang Supriatna Jadi Balon Bupati Bandung

Sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Jawa Barat mengatakan adanya kenaikan tingkat kehamilan selama pandemi Covid-19, terutama saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Maret dan April 2020.

“Iya memang ada kenaikan, tetapi kenaikan masih dianggap wajar belum begitu mengkhawatirkan atau melonjak,” tutur Kepala BKKBN wilayah Jawa Barat, Uung Kusmana.

Kenaikan kehamilan di Jawa Barat tercatat pada Maret, Maret 2019 ada di angka 3,72% sedangkan Maret 2020 berada di 3,74% atau naik 0,02%. April 2019 berada di angka 3,7% sedangkan di April 2020 ada di 3,75%. {www.tagar.id}

fokus berita : #Yod Mintaraga


Kategori Berita Golkar Lainnya