09 Juni 2020

Berita Golkar - Sebanyak 20 lebih panelis dan narasumber dari berbagai kalangan baik praktisi, perbankan, akademisi dari perguruan tinggi negeri dan swasta bersama menyatukan pikiran guna membahas normalisasi perkembangan ekonomi Bali untuk menyambut tatanan hidup baru (Bali New Normal).

Acara yang bertajuk “Stretegi Pembangunan Ekonomi Bali Pasca Covid-19″ ini digelar secara virtual di kantor DPD Golkar Bali, Selasa (9/6).

Sebagai pembuka acara dalam memberikan sebuah pandangan diawali oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry.

 

Baca Juga: Bupati Salwa Arifin Salut dan Bangga Golkar Satu-Satunya Partai Bantu Perangi COVID-19 di Bondowoso

Ia mengatakan dalam pandangannya bahwa pentingnya mengkaitkan benua dengan bandara, pasalnya perlu dilibatkan atau dilinkkan untuk mendorong kegiatan-kegiatan eksport. Eksport dipandang penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bali.

Dalam mengembangkan sektor primer, pihaknya menyarankan untuk mengembangkan sektor pertanian berbasis teknologi, karena melihat kepemilikan lahan di Bali rata-rata hanya 0,36 persen, mau tidak mau pertanian yang harus dikedepankan pertanian kualitas produksi.

Untuk itu memang sejak dahulu pihaknya menyarankan untuk membangun dan berinvestasi pada lembaga riset, dalam rangka menunjang lahirnya sektor pertanian yang inovatif.

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD Jatim Minta Pemprov Beri Reward Pasien COVID-19 Pendonor Plasma Darah

Disamping itu, sambung Sugawa Korry, pariwisata juga tidak dikesampingkan, karena pariwisata dan budaya merupakan sektor andalan, namun perlu juga diperhatikan, bahwasannya pariwisata yang dikedepankan adalah pariwisata Quality Tourism.

Sektor industri kecil, rumah tangga dan pengolahan, pembangunan industri rumah tangga dalam rangka mendorong sektor sekunder perlu adanya pemberian insentif dan permodalan kepada IKM dan UMK, serta industri rumah tangga harus didorong pertumbuhannya.

Sementara Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho memandang dunia semakin mengarah pada globalisasi, dan inovasi sebagai roh sebuah bangsa atau provinsi.

Baca Juga: Bamsoet Minta Dugaan Kasus Penyiksaan ABK Indonesia di Kapal Ikan China Diusut Tuntas

Dalam situasi sekarang, petumbuhan ekonomi dunia mengalami minus, bahkan negara di Eropa dan Amerika, hingga 0,75 persen. Nah ini juga dirasakan di Indonesia bahkan Bali.

Kendatipun demikian, pihaknya berharap, Bali akan bisa tumbuh kembali mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Kedepan bali akan mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 5 hingga 6 persen.

“Kunjungan wisman juga mengalami penurunan sekitar 40 persen, untuk situasi saat ini penerbangan maupun kunjungan wisman ke Bali sangat dalam penurunannya untuk tahun 2020 ini, kita lebih optimis dengan kedatangan wisatawan domestik. kalau wisman asing tampaknya berat, kecuali Bali mampu menangani Covid-19 dengan baik,” jelas Trisno.

Baca Juga: Pilbup Kendal 2020, Tardi Tegaskan Golkar Usung Dico Ganinduto Jadi Bacawabup

Sementara akademisi Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Prof. Putu Gelgel memberi pandangan dalam strategi pemulihan pasca Covid-19, Pertama, bahwa Bali memliki potensi kearifan lokal, bermodal sosial budaya sangat potensial dalam membangun perekonomian.

Bahwa berdasarkan konsep yang terkenal di Bali seperti semangat menyama braya, gotong royong, jengah, perlu dituangkan, karena potensi ini fungsional, seperti sinergi gotong royong lewat pecalang, desa adat, bersinergi dalam pencegahan Covid-19.

Kedua, pemetaan tata kelola potensi desa. Dimana lokasi baik untuk rumput laut, kerajinan, petanian perkebunan, dengan potensi yang ada perlu dibina secara serius. Sehingga petensi Desa bisa dikembangkan agar menjadi kuat dan menjanjikan.

Baca Juga: Ingin DPR Multi Partai Sederhana, Jadi Alasan Golkar Usulkan Ambang Batas Parlemen 7 Persen

Ketiga, sektor pertanian harus mendapat perhatian besar dan serius dari pemerintah. Selama ini sektor pariwisata masih dianak tirikan, perlu diberikan bantuan modal, pupuk, serta memperhatikan pada pasca panen. Sehingga begitu petani panen harga hasil panen tidak merosot.

Keempat, pemulihan sektor pariwisata, kata Prof Gelgel, setuju dibuka, namun harus hati-hati, melihat penyebaran Covid-19 belum landai, dan belakangan kasus positif masih terjadi signifikan.

“Untuk membuka pariwisata, wisatawan asing akan susah ke Bali pasalnya dilarang oleh negaranya, cukup mengoptimalkan wisatawan nusantara,” pungkasnya.

Baca Juga: GBK Ramai Saat PSBB Transisi, Basri Baco Ungkap Potensi Gelombang Kedua Corona

Sementara Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali, Made Ariandi mendorong Bali sebagai pilotproject dalam menyongsong new normal atau tatanan hidup baru, namun perlunya teknologi di pintu masuk Bali seperti Bandara Udara untuk memastikan wisatawan yang masuk Bali betul-betul sehat, dan terbebas dari Covid-19.

Yang tidak kalah penting, kata Ariandi, agar tetap menigkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan mulai dari diri sendiri, keluarga serta mengoptimalkan satgat-satgas yang bertugas mulai dari lingkungan banjar desa, hingga sampai gugus tugas daerah maupun provinsi.

Dari sisi ekonomi, masa transisi ini Kadin melihat merupakan sebuah peluang besar, dengan cara gerakan kembali ke Desa, dengan memberdayakan para pekerja yang dirumahkan untuk berkreativitas dan berinovasi, dengan kepastian bantuan terhadap karyawan yang terdampak betul-betul sampai dan dapat dirasakan.

Baca Juga: Gaya Hidup Baru, Bamsoet Harap Sektor Ekonomi dan Kesehatan Menjadi Prioritas

Dari beberapa pandangan dapat disimpulkan oleh moderator Komang Suardana menyebut beberapa poin penting yang dapat diambil secara garis besar dari webinae yang berlangsung selama 3 jam ini,

Pertama, banyak kalangan sudah berharap menyambut era new normal, dengan tujuan untuk kebangkitan ekonomi Bali, melalui beberapa sektor seperti pertanian, pariwisata, dan UMKM dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dari sektor pertanian, perlunya mengalokasikan anggaran APBD dan keberpihakan pemerintah kepada petani, kepada konsumen dan produsen, sehingga saat pariwisata seperti sekarang ini pertumbuhan ekonomi Bali stabil.

Baca Juga: Tak Bisa Sendirian, Lodewijk Paulus Ajak Masyarakat Lampung Gotong Royong Lawan COVID-19

Kedua, pariwisata di Bali sudah saatnya dibuka, dengan peluang baru yag bisa dimanfaatkan, dengan pengembangan peluang virtual tourism.

Ketiga, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), betul-betul mampu membangkitakan pars pelaku UMKM, namun saat ini masih terkendala transportasi pengiriman. Dalam waktu cepat hasil webinar ini akan dirumuskan, merangkum pendapat-pendapat para pakar, akademisi, praktisi yang akan dijadikan rekomendasi dan dibukukan.

“Mudah-mudan bisa dijadikan rujukan terhadap pemegang kebijakan, hasil ini akan diberikan DPRD Kabupaten dan Provinsi, Bupati, Walikota, dan Gubernur, dalam waktu cepat akan dirangkum hasil ini,” pungkas Suarsana mengakhiri. {www.balipuspanews.com}

fokus berita : #Sugawa Korry #Trisno Nugroho


Kategori Berita Golkar Lainnya