10 Juni 2020

Berita Golkar - Adam Rusydi, anggota DPRD Jatim Komisi E Fraksi Partai Golkar memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menjalankan koordinasi dan supervisi penyaluran bansos secara intensif.

“Saya berkesempatan melihat langsung pak Wagub Emil Dardak turun ke kantor desa di Sidoarjo, tanpa membawa rombongan dan acara seremonial, memastikan langsung bagaimana pelaksanaan penyaluran bansos yang berlapis-lapis sumbernya serta menjawab langsung keluhan-keluhan dan “curhat” dari perangkat desa”, ujar Adam.

Baca Juga: Ketua AMPG Berau Edy Jumantara Desak Golkar Calonkan Seri Marawiyah Jadi Calon Bupati

Sebelumnya diketahui Emil Dardak juga turun ke RT dan RW di Surabaya untuk mengecek bansos provinsi. Anggota DPRD millenial di Provinsi Jatim ini berharap masyarakat bisa memperoleh informasi utuh dan jangan sampai ada pihak-pihak yang memancing di air yang keruh dengan memberikan kritik yang salah alamat.

“Kenyataannya Pemprov merancang bansos dengan sangat hati-hati, karena tantangannya berat, masyarakat yang terdampak sangat banyak dan pendataan itu bukan perkara sederhana.

Kalau tidak pernah bicara hati ke hati dengan ketua RT, RW dan Kades, mungkin tidak tahu betapa sulitnya melakukan verifikasi dan validasi, apalagi dalam waktu yang sedemikian singkat ditengah beratnya tekanan hidup masyarakat.” tambah anggota legislatif dari dapil Sidoarjo ini.

Baca Juga: Agar Pileg-Pilpres Serentak, Zulfikar Arse Sadikin Sebut Golkar Dukung Presidential Threshold 20 Persen

Menurut Adam setelah kunjungan Wagub Jatim, terdapat kejelasan bahwa besaran nominal bantuan Pemprov yang dibuat setara dengan nilai nominal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah keputusan yang bijak.

Karena selain menjaga rasa keadilan dan memenuhi kebutuhan inti pangan secara relatif cukup, tetapi juga membuka ruang untuk menjangkau lebih banyak masyarakat terdampak di Jatim yang belum dapat disentuh bansos Kemensos dan BLT Dana Desa.

Saat ini, lebih dari 1 juta keluarga di Jawa Timur mendapatkan bansos dari Pemprov Jatim. Adapun terkait isu keterlambatan bansos, Adam menjelaskan bahwa pendataan bansos harus satu pintu, yaitu melalui Pemkab dan Pemkot.

Baca Juga: Bamsoet Nilai Almarhum Taufik Kiemas Layak Diberi Penghargaan ‘Bapak Empat Pilar MPR RI’

Jika dijalankan sendiri akan berpotensi tumpang tindih, dan Adam mengapresiasi koordinasi erat Wagub dengan kadinsos se-Jawa Timur. “Saya mengikuti betul prosesnya. Pemkab dan Pemkot tentu tidak bisa rampungkan data penerima bansos Pemprov kalau belum menyelesaikan bansos tunai Kemensos dan BLT Dana Desa.

Wagub sempat menunjukkan grup WA yang dibuatnya bersama kadinsos dan Pusdatin Kemensos, menurut saya sudah tepat karena dengan turut mengawal pendataan bansos Kemensos, maka proses bansos Pemprov otomatis akan bisa dilakukan,” tutur Alumnus Unesa ini. {jatim.tribunnews.com}

fokus berita : #Adam Rusydi


Kategori Berita Golkar Lainnya