10 Juni 2020

Berita Golkar - Rekomendasi sementara dikeluarkan DPP Partai Golkar pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 di Jawa Tengah. Ada 21 daerah di provinsi ini yang akan menggelar pilkada. Beberapa nama sudah mendapatkan rekomendasi untuk maju di pilkada serentak.

Namun, di beberapa daerah Golkar masih mempertimbangkan sejumlah nama yang berpotensi menang. Ketua DPD Partai Golkar Jateng, Panggah Susanto, menuturkan dari hasil koordinasi dengan DPD Golkar di kabupaten/kota, pihaknya mengelempokan menjadi dua kategori, yakni yang sudah jelas siapa yang mau diusung dan yang masih butuh pertimbangan.

"Secara umum sebagian besar menggambarkan cukup siap. Dari 21 daerah, yang sudah mendapatkan surat rekomendasi sementara ada 15," jelas Panggah, Rabu (10/6/2020).

Baca Juga: Lonjakan Kehamilan di Jabar Selama Pandemi, Yod Mintaraga Khawatir Malnutrisi, Gizi Buruk dan Stunting

Sementara, sisanya akan dievaluasi lebih lanjut untuk menentukan pilihan. Meskipun demikian, ia menegaskan mematok target 60 persen kemenangan pada pesta demokrasi lima tahunan ini.

Rekomendasi sementara dikeluarkan lantaran masih ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Selain itu, dinamika peta politik masih terus berjalan dan sewaktu-waktu bisa saja berubah.

Kemudian, jeda waktu hingga masa pendaftaran pasangan calon juga masih cukup lama sehingga ada waktu untuk berpikir mengambil keputusan.

"Dinamika dalam politik pastinya ada. Bisa saja ada perubahan tapi tidak terlalu signifikan. Insyalloh target 60 persen seperti yang diberikan ketua umum, saya yakin bisa," ujar pria yang juga anggota DPR RI ini.

Baca Juga: Firman Soebagyo Usul Hapus Pasal-pasal terkait Pers dan Media di RUU Ciptaker, Ini Alasannya

15 daerah yang telah mendapatkan rekomendasi sementara itu meliputi Demak, Purbalingga, Boyolali, Grobogan, Kota Semarang, Pemalang, Purworejo, Kebumen, Blora, Wonogiri, Semarang, Kota Solo, Kota Pekalongan, Kendal, dan Pekalongan.

Sementara, enam daerah lain, Golkar masih proses komunikasi dengan partai lain untuk mengusung pasangan calon. Yakni Klaten, Sragen, Kota Magelang, Rembang, Sukoharjo, dan Wonosobo.

Di beberapa daerah yang rekomendasinya sudah keluar, kader Golkar ada maju menjadi bakal calon bupati atau wali kota seperti di Kota Pekalongan, Kebumen, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Pekalongan.

Baca Juga: Seminar Virtual Golkar Bali, Puluhan Praktisi, Akademisi Politisi Beri Masukan Terkait New Normal

Sementara, kader Golkar yang diusung menjadi bakal calon wakil bupati/ wali kota meliputi di Kendal, Demak, Purbalingga, Pemalang, Purworejo, Grobogan, dan Wonosobo.

Meski tidak ada kader Golkar yang diusung baik menjadi bakal calon bupati/ wali kota atau wakilnnya, namun difavoritkan menang yakni Wonogiri dan Kota Semarang.

Di dua daerah ini, Golkar ikut mendukung petahana. Kota Semarang (Hendi-Ita) dan Wonogiri (Joko Sutopo-Sriyono). Panggah menuturkan meski tidak ada kader partainya, namun Partai Golkar harus mempunyai posisi kuat dalam susunan koalisi partai yang mengusung.

Baca Juga: Ridwan Hisyam Puji Kinerja Positif Pertamina Di Bawah Nicke Widyawati

"Seperti di Wonogiri, kami punya 8 kursi, itu kan sesuatu. Jangan hanya jadi penggembira, perhitungan politik tidak seperti itu. Kalau jadi (partai) pendukung ya harus di depan lah," ujarnya.

Pihaknya memastikan dalam waktu dua atau tiga penan sudah ada hasil evaluasi atau tindak lanjut dari rapat koordinasi terkait pilkada. Ia yakin hingga waktu pendaftaran masih ada dinamika. {jateng.tribunnews.com}

fokus berita : #Panggah Susanto


Kategori Berita Golkar Lainnya