11 Juni 2020

Berita Golkar - Sampai saat ini, pemerataan kebutuhan dasar warga seperti listrik belum sepenuhnya menjangkau masyarakat di Kaltim. Khususnya daerah pedalaman yang sulit dijangkau.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK saat berdiskusi dengan General Manager (GM) PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kaltim-Kaltara Sigit Witjaksono, belum lama ini.

Dikatakan dia, sebaran PLN di sejumlah daerah belum merata secara maksimal, sehigga ia meminta kepada PLN untuk melakukan inventarisasi, khsusnya daerah pedalaman Kaltim.

Baca Juga: Dadang Supriatna Makin Lengket Dengan Sahrul Gunawan, Koalisi Golkar-Nasdem di Pilbup Bandung?

"Kelistrikan di Kaltim perlu diinventarsisir betul-betul sehingga ke depan, kita bisa melihat daerah mana yang sudah maupun belum teraliri listrik," ujarnya.

Untuk itu, Makmur mendorong PLN berinovasi dan membuat suatu formulasi mengatasi pemerataan listrik di Kaltim. Pemprov Kaltim maupun pemerintah kota dan kabupaten di Kaltim serta swasta, juga harus bersinergitas.

"Jika kita mampu sinergi terhadap pencukupan kebutuhan listrik untuk masyarakat kita, saya yakin tahapan-tahapan atau proses pemenuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi. Atau paling tidak, sedikit demi sedikit kebutuhan listrik masyarakat itu bisa dilakukan," jelas Makmur.

Baca Juga: Maju Musda Golkar Kota Bekasi, Ini Program Kerja dan Visi-Misi Nofel Saleh Hilabi

Lebih lanjut disampaikan dia, PLN perlu membuat inovasi baru untuk pemenuhan listrik masyarakat tanpa harus melalui pembangkit listrik tenaga diesel. "Bisa dengan pembangkit listrik tenaga uap atau air. Paling tidak, di pedesaan ada yang bisa dimanfaatkan energinya secara sederhana," harapnya.

Menurut dia, sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) secara mandiri atau PLTS terpusat dapat menjadi solusi mengatasi keterbatasan listrik masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman.

"Mungkin di sejumlah daerah PLTS ini sudah digunakan. Maksud saya, ini bisa dikembangkan juga di Kaltim," bebernya.

Baca Juga: Bambang Patijaya Bagikan Paket Sembako Untuk Pengendara Bentor Terdampak COVID-19 di Sungailiat

"Tapi diinventarisasi dulu, yang mana bisa terkoneksi. Seperti daerah pedalaman yang jauh dan tidak memungkinkan untuk disiapkan tiang listrik. Tentu dengan cara ini, selain bisa mempermudah PLN, juga bisa dinikmati masyarakat," ucapnya.

Selain itu, Politisi Golkar ini juga menyarankan, PLN menjalin kerjasama dengan pihak swasta. Baik melaui CSR maupun kerjasama lainnya. Misalnya, kerjasama dengan perusahaan atau CPO perkebunan.

"Karena rata-rata CPO perkebunan memiliki pembangkt listrik sendiri. Nah, kelebihannya coba diberikan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Ini bisa dijadikan bisnis antara PLN dengan pihak swasta, jadi tidak juga pihak swasta atau perusahaan dirugikan," tambahnya. {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Makmur HAPK


Kategori Berita Golkar Lainnya