11 Juni 2020

Berita Golkar - Bakal calon (balon) Bupati Bandung H. Deding Ishak mendapat dukungan dari komunitas Perkumpulan INTI (Indonesia Tionghoa) Kabupaten Bandung yang mengunjungi kediaman Deding Ishak di Jalan Logam, Buahbatu, Bandung, Selasa (9/6) malam.

Kunjungan Perkumpulan INTI Kab. Bandung itu dipimpin ketuanya, Tjin Bun Loi atau akrab disapa Aloy, didampingi Indah Ayu Pratiwi (Komisioner Kiprah Perempuan INTI), Soni Samsoni (sekretaris DPD), dan Lislianny (bendahara DPD). Atas kunjungan itu Deding mengucapkan terima kasih.

“Ketua dan pengurus INTI datang bertemu saya di rumah, selain berbincang mereka menyatakan mendukung saya untuk menjadi calon bupati dari Partai Golkar,” tutur KDI (Kang Deding Ishak), panggilan akrab Deding Ishak.

Baca Juga: Batal Diusung Golkar di Pilkada Ogan Ilir, Ini Tanggapan Endang PU Ishak

Dalam kesempatan itu pun Deding Ishak mengungkapkan kisah hidupnya dari kecil hingga memilih menjadi politikus di kancah nasional. Karena kiprahnya itu Deding mengaku nyaman sebagai politikus karena sering berjumpa dengan banyak orang dengan beragam latar belakang. Dia pun sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Saya temukan pengalaman dengan berbagai latar belakang, ada orang Timor, Papua, Dayak, Lampung, Toraja, Minahasa, Batak, Aceh. Sebagai poltikus dan akademisi saya harus siap memimpin banyak orang dari semua suku dan agama,” tuturnya.

Deding pun menerangkan pengalamannya berkunjung ke beberapa daerah saat menjadi pimpinan di legeslatif dan banyak orang dari berbagai etnis, suku, dan agama. “Mereka berjuang bersama Republik Indonesia,” kata Deding Ishak, seraya menjanjikan keadilan bagi semua golongan masyarakat.

Baca Juga: Silaturahmi Politik PKS-Golkar, Lapangkan Jalan Koalisi Jelang Pilkada Depok 2020

Sementara itu Ketua Perkumpulan INTI Kab. Bandung Tjin Bun Loi mengatakan,
perkumpulannya merupakan organisasi sosial kemasyarakatan bersifat kebangsaan, bebas, mandiri, nirlaba, dan non-partisan.

Tujuan didirikannya untuk menyelesaikan “Masalah Tionghoa di Indonesia”, sebagai warisan sejarah masa lalu. Didirikan pada tanggal 5 Februari 1999 di Jakarta. “Pengikutsertaan seluruh WNI Keturunan Tionghoa secara menyeluruh, bulat, dan utuh adalah syarat mutlak penyelesaian masalah Tionghoa di Indonesia,” kata Tjin Bun.

Walaupun sebagian besar anggotanya adalah WNI keturunan Tionghoa, Perkumpulan INTI bukan merupakan organisasi ekslusif, namun terbuka untuk semua warga negara Republik Indonesia. {visi.news}

fokus berita : #Deding Ishak


Kategori Berita Golkar Lainnya