11 Juni 2020

Berita Golkar - Besok, 12 Juni 2020, kepemimpinan Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim (Nunik) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung genap menginjak 1 tahun. Seperti diketahui, Arinal-Nunik sebelumnya dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, pada 12 Juni 2019.

Lantas, seperti apa perjalanan Arinal-Nunik menuju kursi kepemimpinan di Provinsi Lampung dan apa saja visi-misi serta program kerjanya? Berikut kilas baliknya seperti dirangkum dari pemberitaan:

Penantian Panjang

Tahun 2019 menjadi momen berakhirnya penantian panjang Arinal-Nunik. Setelah kurang lebih setahun menunggu pasca-terpilih pada Pilkada 2018, Arinal-Nunik akhirnya resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2019-2024.

Baca Juga: Bamsoet Optimis Danau Toba Bangkit Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia di Era Gaya Hidup Baru

Tepatnya pada 12 Juni 2019, Arinal-Nunik sah menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Lampung setelah secara resmi dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

Pelantikan Arinal-Nunik dilakukan berdasarkan Keppres Nomor 49/P Tahun 2019 Tentang Pengesahan dan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung masa jabatan 2019-2024.

Arinal-Nunik sebelumnya terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung setelah meraih suara terbanyak pada pemilihan yang digelar 27 Juni 2018.

Baca Juga: Yod Mintaraga Ungkap Golkar Siapkan Jurus Kampanye Masa Pandemi di 8 Pilkada se-Jabar

Berdasarkan Rapat Pleno Terbuka KPU Provinsi Lampung pada 8 Juli 2018, perolehan suara Arinal-Nunik unggul dari tiga pasangan Cagub-Cawagub Lampung lainnya. Pasangan nomor urut 3 yang diusung Golkar, PKB dan PAN ini meraih suara terbanyak yakni 1.548.506 suara.

Meski telah dinyatakan sebagai pemenang Pilgub Lampung 2018, Arinal-Nunik harus menunggu selesainya masa jabatan M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri yang kala itu baru berakhir pada 2 Juni.

Tak sampai disitu, penantian keduanya pun masih harus berlanjut. Arinal-Nunik yang seharusnya dilantik pada 3 Juni 2019, terpaksa ditunda lantaran waktu tersebut sudah memasuki cuti Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019.

Baca Juga: Supriansa Anggap Usulan Kenaikan Gaji Pimpinan KPK Hal Lumrah

Untuk mengisi kekosongan jabatan saat itu, Mendagri kemudian melantik Boytenjuri sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Lampung. Pada 12 Juni 2019, penantian panjang itu pun berakhir. Arinal-Nunik dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

Dalam rekaman video yang diperoleh saat itu, Presiden Joko Widodo memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan pada pelantikan tersebut.

“Demi Allah saya bersumpah. Akan memenuhi kewajiban saya sebagai Gubernur, sebagai Wakil Gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” kata Presiden yang kemudian diikuti oleh Arinal dan Nunik.

Baca Juga: Puluhan Obyek Wisata Segera Buka, Bupati Juliyatmono Cek Kesiapan Protokol Kesehatan

Visi-Misi dan 9 Program Kerja

Dalam tahapan Pilgub 2018 saat itu, masing-masing pasangan menyampaikan visi-misi dan program kerjanya. Termasuk, pasangan Arinal-Nunik yang saat itu diusung Golkar, PKB dan PAN.

Dikutip dari website resmi KPU Lampung, 12 Juni 2019 lalu, ada empat poin Visi yang disampaikan Arinal-Nunik dengan tagline ‘Rakyat Lampung Berjaya’. Selain itu, ada pula 6 poin yang menjadi Misi Arinal-Nunik.

Arinal-Nunik juga menyampaikan 9 program kerjanya untuk Rakyat Lampung. Apa saja? Berikut Visi-Misi dan Program Kerja Arinal-Nunik yang dikutip Lampung77.com dari website resmi KPU Provinsi Lampung:

Baca Juga: Hanan A Rozak Serahkan Bantuan Perantau Tulangbawang Untuk Korban Putting Beliung di Banjaragung

Program Pro Rakyat

Sementara itu, sekitar sebulan menjabat Gubernur Lampung, Arinal kala itu memaparkan berbagai program pro rakyat pada acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung Tahun 2019-2024, di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur, Kamis (4/7/2019).

Arinal mengungkapkan program-program yang menguntungkan rakyat seperti di bidang peternakan, pertanian, hingga kesehatan.

Di bidang pertanian, Arinal kala itu menyebut akan membuat terobosan dengan mengembangkan industri hilir dan ekonomi kreatif. Selain itu, juga meningkatkan produksi kopi dan coklat yang sebelumnya hanya 1 juta ton menjadi 4 juta ton.

Baca Juga: Batal Diusung Golkar di Pilkada Ogan Ilir, Ini Tanggapan Endang PU Ishak

“Saya berharap dalam proses pemikiran RPJMD ini kita tidak lagi mengedepankan program hulu yang tidak menguntungkan rakyat. Tapi, kita harus mengedepankan kepentingan hilir agar industri bisa lebih berkembang begitu pula ekonomi kreatif dan pendapatan rakyat bisa meningkat,” kata Arinal, dikutip dari laman resmi Humas dan Protokol Pemprov Lampung, Sabtu (6/7/2019).

Menurut Gubernur diperlukan langkah strategis guna mewujudkan hal tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan produksi komoditas unggulan Lampung.

Ia mencontohkan bahwa produksi kopi dan coklat ditargetkan mencapai 4 juta ton. “Ini sudah menjadi kesepakatan antara Menteri Pertanian dengan Gubernur Lampung, termasuk coklat juga akan ditingkatkan menjadi 4 juta ton,” ujar Arinal.

Baca Juga: Mukhtarudin Desak Menteri Erick Thohir Bubarkan BUMN Yang Tidak Menguntungkan

Pemerintah Provinsi Lampung juga akan meningkatkan program di sektor peternakan dengan menciptakan inseminasi guna mengejar target sebagai lumbung ternak nasional.

Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni dengan mengembangkan sapi unggul seberat 2 ton di Provinsi Lampung dan mengadakan program satu desa satu ambulans di tahun 2020.

Sedangkan di bidang kesehatan, pada tahun 2020 Gubernur menargetkan memberikan ambulans untuk setiap desa yang disesuaikan dengan skala prioritas.

”Di tahun 2020, Insyaallah saya akan berikan bantuan ambulans kepada setiap desa. Tapi kita harus melihat skala prioritas pada daerah yang terisolasi dan di mana mereka membutuhkan pertolongan Negara wajib hadir,” ujar Arinal. {www.lampung77.com}

fokus berita : # Arinal Djunaidi #Chusnunia Chalim


Kategori Berita Golkar Lainnya