11 Juni 2020

Berita Golkar - Badan Intelijen Negara (BIN) secara maraton terus menggelar rapid test massal di Surabaya, Jawa Timur, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Rapid Test Masal ini merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Surabaya yang saat ini masuk dalam daftar zona merah.

Pada hari ke-13, BIN menggelar rapid test di dua lokasi yakni di Plaza Marina dan Gedung Juang 45, Surabaya, Jawa Timur. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, hadir mengikuti rapid test di Gedung Juang 45, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/6/2020).

Baca Juga: Batal Diusung Golkar di Pilkada Ogan Ilir, Ini Tanggapan Endang PU Ishak

Dalam kesempatan tersebut ia berterima kasih dan mengapresiasi langkah BIN yang telah menggelar rapid test masal gratis secara maraton di Surabaya. Arif mengatakan terus memantau pelaksanaan Rapid Test di Surabata yang digelar sejak 29 Mei 2020.

Menurut Arif, antusiasme warga begitu besar untuk mengikuti rapid test sebagai langkah deteksi dini pencegahan Covid-19.

"Setelah beberapa kali saya melihat operasional rapid test yang diselenggarakan BIN di beberapa wilayah yang sempat saya pantau. Alhamdulilah semakin ke sini sudah ada perbaikan operasional dan alhamdulilah hari ini berlangsung tertib," ujarnya di Gedung Juang 45, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/6/2020) seperti dikutip dari keterangan yang diterima wartawan.

Baca Juga: Silaturahmi Politik PKS-Golkar, Lapangkan Jalan Koalisi Jelang Pilkada Depok 2020

Lebih lanjut, menurut Arif, Surabaya memang perlu dilakukan test cepat massal Covid-19, mengingat masuk dalam zona merah.

"Kenapa Surabaya ini harus dilakukan rapid test secara menyeluruh, karena paling tidak kita semakin yakin kita bukan lah carrier (pembawa) virus ini, karena virus ini vaksinnya belum diketemukan maka yang paling dilakukan deteksi dini," katanya.

Ia mengajak agar masyarakat Surabaya memanfaatkan rapid test yang digelar BIN. "Kalau kita menyayangi keluarga kita, teman-teman kita maka sebaiknya kita harus memanfaatkan mobil operasional ini untuk melakukan rapid test itu," katanya.

Baca Juga: Puteri Komarudin Minta Pemerintah Pastikan Kesiapan Teknis dan Mitigasi Risiko Dana Tapera

Hal senada diungkapkan Ketua Yayasan DHD 45, Fadjar Budiantor. Ia mengucapkan terima kasih kepada BIN yang telah menyelenggarakan Rapid Test Covid-19 di Gedung Juang 45. Menurutnya jiwa semangat 45 harus diaplikasikan dalam melawan Covid-19.

"Inilah yang kita apresiasi dan ucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi tingginya karena jiwa semangat 45 inilah yang akan kita aplikasi dakam segala bentuk apapun termasuk untuk memutus rantai penularan Covid-19 ini," ucap Fadjar.

Fadjar mengajak masyarakat Surabaya untuk berani melawan Covid-19 dengan cara mendeteksi dini penyakit tersebut. Satu caranya dengan mengikuti rapid test massal yang digelar BIN.

Baca Juga: Adam Rusydi Apresiasi Positif Upaya Pemprov Jatim Kawal Intensif Penyaluran Bansos

"Kita harus berani, kita harus tunjukan jiwa bahwa salah satu nilai perjuangan 45 yaitu berani untuk melawan sesuatu, apa itu? Kita harus memutus rantai penularan Covid-19. Karena itu, tepatlah kalau BIN telah ikut serta turun memutus mata rantai ini merupakan salah satu dari pengabdian mereka itu kepada bangsa dan negara," ujarnya.

Dilansir dari Surya.co.id, Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, sebelumnya pun mengapresiasi kolaborasi Pemkot Surabaya dan BIN dalam menggelar rapid test dan swab massal. Upaya itu dinilainya sebagai langkah yang tepat dalam penanganan pandemi virus Corona atau Covid-19 di Surabaya.

"Kami di DPRD Surabaya berterima kasih atas gerak cepat BIN bersama Pemkot, kerja sama itu tentu akan mempercepat penanganan Covid-19 di Surabaya,” kata Awi, sapaan akrabnya, Selasa (9/8/2020).

Baca Juga: Dyah Roro Esti Tuntut PLN Lebih Transparan Terkait Perubahan Skema Perhitungan Tarif Listrik

Awi mengatakan untuk memutus mata rantai Covid-19 memang diperlukan tracing yang massif. Dengan begitu, pemisahan antara mereka yang positif dengan warga yang negatif bakal cepat dilakukan.

"Upaya Pemkot Surabaya dan BIN melakukan tes masif ini langkah tepat. Kalau mau jumlah pasien rendah, ya tidak usah dites masif, tapi itu sangat berisiko bagi masyarakat," ungkapnya.

Diketahu BIN masih akan melanjutkan rangkaian rapid test masal secara maraton di ibukota Jawa Timur ini sampai 15 Juni 2020. Kegiatan rapid test massal ini didukung tenaga medis, analis laboratorium dan tenaga pedukung sebanyak 40 orang dari Jakarta dan dibantu 20 anggota Binda Jatim.

Baca Juga: Bambang Patijaya Bagikan Paket Sembako Untuk Pengendara Bentor Terdampak COVID-19 di Sungailiat

Satgas lawan Covid-19 BIN membawa langsung Mobil Laboratorium COVID-19, ambulance dan peralatan pendukung lainnya di kota Surabaya dan sekitarnya.

Mobil Laboratorium ini, merupakan 1 (satu) dari 5 (lima) mobil laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia. Dalam rapid test ini, BIN menyiapkan 1.000 - 3.000 alat rapid test beserta 2 mobil lab untuk test PCR atau swab test setiap harinya.

Swab Test ini diperuntukan bagi warga yang reaktif (positif) Covid-19. Mobile Lab dari BIN ini dapat mengambil 300 sampel per harinya. Adapun hasil Swab Test bisa diketahui hanya dalam 2,5 jam.

 Selain menggelar rapid test, BIN juga turut memberikan bantuan ribuan alat-alat kesehatan seperti mobile lab PCR Test, APD lengkap untuk tenaga medis untuk ibu kota Jawa Timur ini. {www.tribunnews.com}

fokus berita : #Arif Fathoni


Kategori Berita Golkar Lainnya