13 Juni 2020

Berita Golkar - Pasca tiga kadernya yang berasal dari keluarga Bodak kompak mengundurkan diri untuk tampil maju pada Pilkada serentak Kabupaten Lombok Tengah, DPD Partai Golkar NTB langsung bergerak cepat mencari sosok figur yang bersedia untuk dicalonkan.

Golkar segera melacak kader-kader beringin lainnya yang dinilai punya kans untuk mereka usung. Dari semua kader alternatif Golkar Loteng yang dinilai berpotensi untuk dicalonkan, tak ada satupun dari mereka yang bersedia dan siap untuk maju.

Salah satu kader Golkar dari Loteng yang paling diharapkan dapat mengisi kekosongan itu adalah Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DPD Golkar NTB, Lalu Satriawandi yang saat ini menjadi anggota DPRD NTB. Sayangnya Satriawandi juga tidak bersedia untuk bertarung.

Baca Juga: Apresiasi Kinerja Pemprov Jabar Hadapi COVID-19, Bamsoet Serahkan 5000 Alat Rapid Test

“Sudah saya dorong dia, tapi ternyata ndak mau. Padahal kita berharap yang maju kader Golkar yang muda-muda, tapi ndak,” ungkap Ketua Desk Pilkada DPD I Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaeda saat dikonfirmasi Suara NTB di DPRD NTB.

Dihadapkan dalam kondisi politik seperti itu, Golkar menjadi terhimpit dan serba dlematis,  sebab Golkar tak memiliki waktu yang cukup untuk mencari sosok figur yang tepat untuk mereka calonkan. Karena di satu sisi mereka dideadline oleh DPP supaya segera mengajukan usulan calon.

Dalam kondisi terdesak itulah, secara mengejutkan muncul nama Sekda Kabupaten Lombok Tengah, M. Nursiah untuk dicalonkan sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan calon Bupati dari Partai Gerindra, L. Pathul Bahri.

Baca Juga: Fraksi Golkar Desak Walikota Langsa Perjelas Pengelolaan Hutan Kota dan Mangrove

Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi membenarkan, pihaknya memutuskan mengusulkan nama M. Nursiah sebagai bakal calon wakil bupati dari Partai Golkar. Diputuskannya orang nomor satu di jajaran ASN Loteng itu, lantaran Golkar tak berhasil memunculkan kadernya yang lain. “Kita tetap koalisi dengan Gerindra dan kita sudah usulkan Pak Nursiah,” katanya.

Dikatakan Isvie bahwa nama Nursiah pun langsung dikirim ke DPP sebagai usulan bakal calon yang akan diusung Golkar di Pilkada Loteng. Bagi Isvie, yang pasti pihaknya memiliki usulan sesuai dengan permintaan dari DPP. Namun soal apakah nama Nursiah disetujui atau tidak, hal itu menjadi kewenangan DPP. “Tergantung keputusan DPP Golkar,” katanya.

Keputusan untuk menetapkan nama Nursiah sebagai bakal calon yang akan diusung, terkesan hanya untuk menggugurkan kewajiban menyampaikan usulan balon ke DPP. Bagi Golkar NTB, yang penting pihaknya sudah mengusulkan calon, lantas apakah akan disetujui atau tidak, diserahkan sepenuhnya kepada DPP.

Baca Juga: Misbakhun Sarankan Pemutihan Utang Nasabah Ultra Mikro dan Gratiskan Listrik UMKM

Hal itu juga terlihat dari pernyataan yang disampaikan Sekretaris DPD II Golkar Loteng yang juga ketua Desk Pilkada, H. L. Kelan. Dia mengatakan bahwa pihaknya sebatas mengusulkan nama Nursiah, tapi bukan sebagai penentu.

Soal kemudian apakah pasangan yang diusulkan disetujui atau tidak. Itu menjadi kewenangan DPP Golkar dan tidak tertutup kemungkinan pasangan yang direkomendasikan DPP bisa berbeda dari yang diusulkan.

“Prinsipnya kita sudah menjalankan apa yang ditugaskan oleh partai, mengusulkan pasangan calon untuk diputuskan DPP. Selanjutnya kewenangan sepenuhnya ada di tangan DPP,” kata Kelan kepada Suara NTB baru-baru ini. {www.suarantb.com}

fokus berita : #Lalu Satriawandi #Baiq Isvie Rupaeda


Kategori Berita Golkar Lainnya