13 Juni 2020

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan jika Partai Golkar setuju dengan kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) dari 4 persen menjadi 7 persen.

Menurutnya, kenaikan ambang batas parlemen itu bisa menyederhanakan partai politik di sistem presidensial dan ambang batas parlemen 7 persen ini berlaku secara nasional, selain untuk pusat, juga berlaku untuk daerah.

"Partai Golkar mengusulkan ambang batas parlemen menjadi 7%. Kebijakan PT 7% ini sebagai upaya kita untuk lebih menyederhanakan partai politik sehingga sistem presidensial kita dapat lebih efektif," kata Ace kepada wartawan, Jumat (12/6/2020) malam.

Baca Juga: Peringati Hari Media Sosial, Hetifah Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi Digital

Baginya, penyederhanaan partai politik bisa membuat pengambilan keputusan di DPR lebih efektif. Hal itu bisa berdampak efektifnya sistem presidensial.

"Dengan adanya penyederhanaan partai politik di DPR, diharapkan proses pengambilan kebijakan di parlemen juga menjadi lebih efektif. Kami berpandangan, sistem presidensial akan lebih efektif jika juga ditopang dengan sistem multipartai sederhana," ucapnya.

Sementara PPP tetap mengusulkan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) menjadi 4 persen. Sebab sistem Pemilu di Indonesia adalah sistem proporsional, sistem proporsional itu harus menjalan proporsional tahapan Pemilu. Tetapi jika PT itu ditaikkan maka semakin banyak suara yang hangus.

Baca Juga: Spanduk Daniel Mutaqien Bertebaran di Seantero Kabupaten Indramayu

"Tetap aja (4 persen). Karena semakin dinaikkan, semakin banyak suara yang hangus, hilang dan sia-sia," kata Wakil Ketus Umum PPP, Muhammad Arwani Thomafi kepada wartawan, Senin (8/6/2020). {akurat.co}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily


Kategori Berita Golkar Lainnya