18 Juni 2020

Berita Golkar - Ketua DPD I Partai Golkar Papua Barat, Rudi Timisela menuturkan, bahwa selama dalam kepimpinannya memimpin Partai Golkar di Papua Barat, hingga kini menilai partai yang dinahkodainya bagai cerita perempuan tua.

"Dalam perenungan saya, akhirnya sadar bahwa partai golkar mirip perempuan tua. Masih cantik, cerdas, kaya dan seksi. Sehingga menjadi rebutan laki-laki. Padahal perempuan tua ini sudah punya suami dan anak-anak. Anehnya, laki-laki yang tidak ikut merawat, menafkahi perempuan ini dari muda, tapi tetap berkehendak hati dan memaksa ingin dekat dan kawin lari wanita tua berparas cantik ini," Sebut Rudi

Rudi melanjutkan, filosofi cerita Partai Golkar bagai perempuan tua berparas cantik ini, menjelaskan, bahwa di tengah polemik menjelang pilkada serentak ini, banyak pihak yang bukan kader partai tak dipungkiri kini beramai-ramai mengincar rekomendasi persetujuan untuk maju sebagai bakal calon dari golkar.

"Golkar yang ibarat perempuan tua berparas cantik ini, menjelang pesta kawin (demokrasi, red) banyak para lelaki yang ingin mengejar rekomendasi, persetujuan (Doa Restu,red). Namun, meski dipaksa wanita ini bertekad setia dengan orang yang dikasihinya. Sehingga, sebagai orang tua sang wanita ini, dengan tegas menerangkan, bahwa mereka takkan menjual anak perempuannya. Karena dengan tegas dikatakan, bahwa pihak keluarga masih sanggup mengurus wanita tua berparas cantik ini," Jelas Rudi

Melalui ilustrasi cerita perempua tua ini. Rudi berharap, sesungguhnya dan memang sudah saatnya etika politik dan kesantunan berpolitik itu harus dijaga dan dipupuk dengan baik, bukan saja di saat butuh. "Saatnya Politik masuk minta, politik buang suara itu yang benar, bukan politik kawin lari. Sehingga etika dan kesantunan berpolitik harus di kedepankan,"Tegasnya

Rudi lalu menginstruksikan kepada para kader Partai Golkar untuk menjaga solidaritas dan terus merawat perempuan tua ini, untuk melahirkan angakatan-angkatan yang meneruskan Jeri juang dari para senior - senior partai berlambang beringin ini, dan juga melahirkan pemimpin muda yang mengandalkan Tuhan dalam melayani rakyat.

"Etika berpolitik harus dijalin dengan moralitas yang baik, intinya seperti itu," pungkas pria bernama lengkap Mozes Rudi Frans Timisela ini.

fokus berita : #Rudi Timisela


Kategori Berita Golkar Lainnya