20 Juni 2020

Berita Golkar - Pemerintah Indonesia secara bertahap menerapkan new normal atau normal baru. Meskipun angka kasus positif COVID-19 masih bergerak naik. Namun pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju new normal bertujuan agar ekonomi tidak jatuh terlalu dalam akibat dampak pandemi COVID-19.

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa di era new normal pemerintah tetap mengutamakan aspek kesehatan. Menurutnya, new normal menjadi salah satu upaya pemerintah agar kedalaman kejatuhan ekonomi tidak berlarut-larut.

"Dalam situasi normal ini bukan berarti kita mengutamakan ekonomi dan kemudian meninggalkan masalah kesehatan mengenai pamdemi," katanya dalam diskusi daring, Jumat malam (19/6/2020).

Baca Juga: Firman Soebagyo Tegur Kementan Jangan Asal Klaim Stok Pangan Aman Hingga Akhir 2020

Legislator Golkar ini menjelaskan sejak diumumkannya kasus pertama COVID-19 di Indonesia di awal bulan Maret dan di akhir Maret berdampak luar biasa pada penurunan perekonomian.

Pandemi COVID-19 tak hanya menghantam supply tetapi juga demand hingga likuiditas perbankan. "Pandemic COVID-19 ini mempunyai dampak yang sangat dalam di ekonomi yang dihajar adalah supply dan demand side terjadi shocking liquidity di perbankan," lanjutnya.

Oleh karena itu, Misbakhun menyarankan untuk mengatasinya dengan membuat demand. "Bagaimana cara mengatasi maka pelan-pelan harus di create demand baru Nah kelebihannya Indonesia ini hampir sampai 3-4 persen ekonomi mendekati 4 persen ekonomi kita karena consumption kalau kemudian masyarakat itu consumption nya terhambat ini akan menjadi masalah," tambahnya. {akurat.co}

fokus berita : #Misbakhun


Kategori Berita Golkar Lainnya