20 Juni 2020

Berita Golkar - Salah satu bakal kandidat Bupati Bandung dari Partai Golkar, Dadang Supriatna, sangat serius keinginannya untuk lebih menata dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Dalam kunjungannya ke Kecamatan Kertasari, Pacet dan Pangalengan, ia berjanji akan membangun rumah sakit di Kecamatan Kertasari, jika dirinya terpilih menjadi Bupati Bandung periode 2021-2026.

Pria yang akrab disapa Kang DS itu menyebut keberadaan rumah sakit di wilayah selatan Kabupaten Bandung benar-benar sangat dibutuhkan masyarakat. Pasalnya, rumah sakit terdekat dari wilayah selatan Kabupaten Bandung seperti Kecamatan Pacet, Kertasari dan Pangalengan adalah RSUD Malajaya dan RSUD Al Ihsan yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan.

Baca Juga: Hamka Baco Kady Blak-blakan Bahas RUU HIP dan New Normal Di Depan Konstituen di Makassar

“Saya akan bangun rumah sakit berstatus RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) di wilayah Kertasari. Minimal RSUD tipe D atau C karena keberadaan rumah sakit saat ini sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah selatan,” kata Dadang Supriatna kepada VISI.NEWS, Sabtu (20/6/2020).

Selama ini, kata dia, dirinya banyak menerima keluhan dari masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Bandung seperti Kecamatan Pacet, Kertasari dan Pangalengan yang menginginkan dibangunnya sebuah rumah sakit besar di wilayah tersebut.

Keberadaan puskesmas di tiap kecamatan dinilai Dadang tidak mampu mengakomodir kebutuhan fasilitas kesehatan masyarakat. Sebab, katanya, fasilitas kesehatan dan tenaga medis di puskesmas sangat terbatas. Berbeda dengan rumah sakit yang memiliki fasilitas dan tenaga medis yang jauh lebih memadai.

Baca Juga: Usung Jimmy Rimba Rogi, Golkar Siap Rebut Kemenangan di Pilwako Manado 

“Salah satu tugas pemerintah adalah memudahkan masyarakat. Semoga nanti dengan adanya RSUD di daerah Kertasari ini dapat lebih mendekatkan masyarakat ke fasilitas kesehatan yang baik dan lengkap. Masalah kesehatan adalah pelayanan dasar yang akan saya jamin jika saya jadi Bupati,” kata Kang DS.

Dihadapan warga Kecamatan Pacet, Kang DS mengatakan, jumlah rumah sakit di Kabupaten Bandung masih sangat kurang. Ia juga mengaku heran Kabupaten Bandung yang memiliki 3,5 juta penduduk dan terdiri dari 31 kecamatan, ternyata hanya memiliki 3 RSUD yakni RSUD Soreang, RSUD Majalaya dan RSUD Cicalengka.

Sementara RSUD Al Ihsan yang terletak di kawasan Baleendah, jelasnya, merupakan rumah sakit milik Pemprov Jabar, bukan Pemkab Bandung. “Ini menandakan bahwa Pemkab Bandung saat ini kurang memprioritaskan masalah kesehatan yang merupakan hak dan pelayanan dasar masyarakat selain pendidikan,” katanya.

Baca Juga: Disambangi Petinggi Gerindra dan PDIP, Golkar Jadi Rebutan di Pilkada Kota Depok

Terlebih, kata Kang DS, di tiga kecamatan yakni Pacet, Kertasari dan Pangalengan saja, penduduknya mencapai sekitar 500 ribu jiwa sehingga sudah layak dibangun sebuah rumah sakit.

“Idealnya ada beberapa rumah sakit pemerintah lagi karena wilayah Kabupaten Bandung itu sangat luas. Kalau saya jadi Bupati, saya akan wujudkan ini. Bangunannya kita yang bangun, fasilitas dan alkesnya kita bisa minta bantuan provinsi dan pusat. Insya Allah kita bisa,” tuturnya.

“Daripada membangun gedung-gedung yang tidak terlalu penting, lebih baik kita membangun rumah sakit yang memang sangat dibutuhkan masyarakat. Insya Allah ini akan lebih bermanfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambah Kang DS.

Pernyataan Kang DS diamini oleh sejumlah warga yang berdomisili di kawasan selatan Kabupaten Bandung. Deden (50), warga Pacet mengatakan masyarakat Pacet dan Kertasari khususnya memang sangat memerlukan sebuah rumah sakit representatif di kawasan tersebut.

Baca Juga: Sudah New Normal, Melki Laka Lena Tak Permasalahkan 500 TKA China Masuk ke Sultra

“Karena rumah sakit jauh, pernah ada warga kami yang meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Mungkin kalau rumah sakitnya dekat, nyawa tetangga kami bisa diselamatkan. Kami sangat mendukung jika rumah sakit dibangun di wilayah sini,” ujar Deden.

Hal senada juga diungkapkan oleh Asep Muit (35), warga Kecamatan Kertasari. Ia mengaku sangat senang bila ada sebuah rumah sakit di Kertasari. Terlebih, kata dia, warga sebenarnya sudah sejak lama mendambakan berdirinya sebuah rumah sakit di wilayah paling selatan di Kabupaten Bandung itu.

“Selama ini kami kalau ke rumah sakit, paling dekat itu ke RSUD Ebah di Majalaya. Itu sangat jauh dari kami di Kertasari. Kalau ada rumah sakit di Kertasari, pasti masyarakat akan sangat terbantu karena tidak perlu jauh-jauh lagi mencari rumah sakit kalau ada yang sakit,” tutur Asep. {visi.news}

fokus berita : #Dadang Supriatna


Kategori Berita Golkar Lainnya