22 Juni 2020

Berita Golkar - Anggota Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menyatakan mendukung kebutuhan anggaran yang disampaikan oleh Mitra Kerja Komisi II DPR RI yaitu, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Hal terSebut diungkapkannya saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat antara Komisi II DPR RI dengan Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Kepala Staf Kepresidenan serta Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Rapat tersebut membahas pembicaraan pendahuluan dan pembahasan RAPBN Tahun Anggaran 2021 dan rencana Pemerintah tahun 2021, serta evaluasi kinerja tahun 2019 dan 2020 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Baca Juga: Zulfikar Arse Sadikin Minta Metode Kampanye Pilkada Dalam PKPU Jangan Terlalu Dibatasi

“Kita dukung habislah, kebutuhan anggaran mereka semua. Ini berdasarkan apa yang saya ketahui, Mensesneg telah banyak melakukan perubahan. Ada inovasi birokrasi yang telah mereka lakukan dalam rangka memberikan respon cepat, tidak hanya kepada Presiden, Wakil Presiden, dan kementerian/lembaga, tetapi juga kepada masyarakat,” ucap Zulfikar.

Menurutnya, respon yang dilakukan Mensesneg tersebut tidak hanya cepat, tetapi juga cepat, sehingga Negara benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Zulfikar juga mendorong agar lembaga BPIP kedepannya bisa menjadi lembaga yang kuat. Dalam artian, tidak hanya kuat dari sisi anggaran tetapi juga kuat dari sisi kelembagaan, agar transformasi nilai-nilai Pancasila bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga: Mahyunadi Usulkan Nama Awang Faroek Ishak Jadi Nama Jalan Tol Balikpapan-Samarinda

“Orientasi kebijakan antara penyelenggara negara semakin mewujud, sehingga tidak ada lagi pertanyaan di masyarakat tentang dasar negara,” imbuhnya.

Sebelumnya, Mensesneg Pratikno menyampaikan bahwa terkait dampak penyesuaian anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19, terdapat pemotongan anggaran sebesar Rp 388,4 miliar yang tentu saja berdampak pada penyesuaian jadwal kegiatan Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam paparannya, Mensesneg menyebutkan bahwa capaian realisasi PNBP sebesar Rp 465,8 miliar, sedangkan realisasi belanja sebesar Rp 2,4 triliun.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet juga menyampaikan, realisasi anggaran Setkab Tahun Anggaran 2019 mencapai 87,38 persen, yakni dari APBNP sebesar Rp 443.454.369.000,- realisasi anggarannya mencapai Rp 387.471.129.222,-. Dengan demikian anggaran yang tersisa adalah Rp 55.983.239.778,- {www.dpr.go.id}

fokus berita : #Zulfikar Arse Sadikin


Kategori Berita Golkar Lainnya