25 Juni 2020

Pulihkan Ekonomi RI, Puteri Komarudin Minta Pemerintah Antisipasi Middle Income Trap

Berita Golkar - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin mengatakan bahwa selain fokus pada pemulihan, pertumbuhan ekonomi 2021, pemerintah juga perlu lebih mengarahkan agar Indonesia dapat keluar dari perangkap pendapatan menengah (middle-income trap) demi mewujudkan visi Indonesia Maju 2045.

Puteri bilang, sedari tahun ini pemerintah perlu mengejar pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi dengan menggunakan seluruh bauran kebijakan, agar tidak terlalu berat di tahun depan.

Namun, menurutnya penting untuk diperhatikan bahwa pertumbuhan tersebut perlu lebih diarahkan agar juga dapat mengatasi tantangan pembangunan lainnya berupa middle income trap.

Baca Juga: AHY Sambangi Airlangga di Slipi, Demokrat-Golkar Bakal Bahas Apa?

Indonesia dapat dikatakan masuk ke dalam kategori middle-income trap karena pendapatan per kapitanya cenderung stagnan di tingkat pendapatan menengah (US$ 1.000– US$ 12.000) dan belum mampu keluar dari tingkatan tersebut untuk menjadi negara maju.

Puteri menghimbau pemerintah masih harus bekerja ekstra keras untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga level 7% agar memenuhi kategori sebagai negara maju.

Untuk mendukung cita-cita tersebut, Puteri mengatakan bahwa pemerintah harus menemukan struktur ekonomi yang ideal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak lagi bergantung komoditas primer seperti migas.

Baca Juga: Syarat Umur Dalam PPDB, Fraksi Golkar Nilai Disdik DKI Arogan dan Tak Punya Hati

"Sampai dengan 2018, tren ekonomi Indonesia masih bergantung pada fluktuatifnya harga komoditas primer yang dipengaruhi penawaran dan permintaan pasar global."

"Oleh karenanya, dengan tren pelemahan harga komoditas global akibat pandemi ini, seharusnya dapat menjadi kesempatan Indonesia untuk memacu diversifikasi ekonomi dengan mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi daerah dan memanfaatkan keanekaragaman komoditas yang negara kita miliki,” tutur Puteri dalam keterangan resminya, Kamis (25/6).

Lebih lanjut, Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini mengatakan bahwa selain akan mendorong kecepatan pemulihan ekonomi, strategi tersebut menjadi langkah penting untuk mewujudkan Visi Indonesia Maju 2045.

Baca Juga: Sambangi Ketum Airlangga, Pimpinan Tiga Ormas Pendiri Golkar Bahas New Normal dan Pilkada 2020

“Harapannya, diversifikasi ekonomi dengan tidak hanya bergantung pada komoditas primer akan mampu menambah daya dorong perekonomian dan mendatangkan arus modal masuk (capital inflow) dan memperbaiki defisit transaksi berjalan (CAD)."

"Dengan begitu, maka Indonesia perlahan mampu mengantisipasi middle income trap dan bergerak menuju tercapainya Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur di tahun 2045,” tutup Puteri

Sebagai informasi, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI Senin (22/6), Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 4,5%-5,5% pada 2021 mendatang. Menurutnya, proyeksi pertumbuhan ini bisa menjadi titik balik bagi Indonesia pasca tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. {nasional.kontan.co.id}

fokus berita : #Puteri Komarudin