03 Juli 2020

Deding Ishak Apresiasi Upaya Ade Barkah Surahman Luruskan Rumor Rekomendasi Pilbup Bandung

Berita Golkar - Bantahan yang disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Ade Barkah Surahman soal rekomendasi Bakal Calon (Balon) Bupati Bandung yang diberikan kepada Kurnia Agustina Naser meski terlambat dianggap menyejukan tidak hanya kepada para kandidat yang ikut kontestasi di partai berlambang beringin rindang itu namun masyarakat luas.

“Kegaduhan Pilkada khususnya kontestan dari Partai Golkar dan masyarakat pendukungnya bakal sedikit reda dengan adanya pernyataan dari Ketua Partai Golkar Jawa Barat tersebut."

"Wajar adanya manuver yang menjadikan informasi bias, tapi sikap responsif dari otoritas partai bisa menjaga kepercayan masyarakat terhadap Golkar,” ungkap Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar, Dr. Ujang Komarudin, M.Si. Jumat (3/7/3030).

Baca Juga: Masyarakat Ingin Pemimpin Bersih, Balon Bupati Dharmasraya Amrizal Dt Rajo Medan Banjir Dukungan

Ade menyadari manuver-manuver politik bisa dilakukan oleh siapapun pada saat Pilkada, namun kalau tidak hati-hati bukannya menguntungkan kandidat malah sebaliknya sangat merugikan kandidat tersebut.

“Perlu dijaga brand image dari kandidat yang diusung, jangan sampai masyarakat akhirnya menilai bahwa kandidat tersebut bisa jadi karena menggunakan kekuatan-kekuatan luar, sementara potensi kemampuannya sendiri sebagai pemimpin tidak teruji."

"Kalau anggapan ini melekat dimasyarakat, akan sangat merugikan, karena dianggap calon bupati boneka,” tandas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) tersebut.

Baca Juga: Nurul Arifin Pastikan Golkar Dukung Pembahasan RUU PKS Dalam Prolegnas 2020

Padahal, tukasnya, Kurnia Agustina Naser sendiri mungkin punya potensi yang lebih baik dibandingkan suaminya Dadang M. Naser bahkan orang tuanya Obar Sobarna, karena Teh Nia-panggilan akrab Kurnia Agustina Naser- tersebut sudah ikut ditempa selama 10 tahun.

Ia telah banyak belajar mengenai kekurangan-kekurangan dari pendahulunya, dan akan dijadikan acuan untuk memimpin Kabupaten Bandung dengan lebih baik lagi.

“Sebaiknya dari Dewan Etik Partai Golkar sendiri ikut mengawasi proses rekrutmen kandidat ini, karena Golkar kan bukan milik pribadi tapi milik semua kader sehingga menjaga citra dan marwah partai harus tetap dijaga oleh semua kader yang ada di partai tersebut,” tandasnya.

Baca Juga: Ini Cara Golkar Bandarlampung Sosialisasikan Balon Walikota Rycko Menoza

Apresisasi DPD Golkar

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Dewan Etik DPP Partai Golkar Deding Ishak menyatakan sangat mengapresiasi pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Jabar Ade Barkah yang meluruskan soal “rekomendasi” DPP terhadap Calon Bupati Bandung 2021-2026.

Pernyataan Ade Barkah dinilai Deding tidak hanya menenangkan para kontestan Pilbup dari partai berlambang beringin rindang itu, juga masyarakat luas.

“Saya sungguh sangat mengapresiasi pernyataan Pak Ade Barkah yang disampaikan juga oleh Kang Asup (Asep Suparman, red), karena selain menenangkan para kandidat dari Partai Golkar juga masyarakat luas, terutama para konstituen bakal calon bupati,” ungkap Deding yang dihubungi via telepon genggamnya, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: Reses DPRD Diganti Kunjungan Kerja, Ade Barkah Blusukan Keluar Masuk Desa

Sejak pengumuman oleh Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Cecep Suhendar, kata Deding, jadi promosi gratis karena media massa banyak memberitakan Golkar dan menunjukan bahwa Golkar masih digandrungi masyarakat.

“Tapi sayang yang disampaikannya terkesan mendahului pimpinan Golkar. Ini yang tidak bagus dan tidak elegan, karena yang di faith of comply adalah pimpinan mereka sendiri, pimpinan Partai Golkar sendiri."

"Pernyataan itu bisa menurunkan wibawa Ketua Umum dan Ketua DPD Partai Golkar Jabar. Ini harus dijadikan pelajaran, karena sebagai kader harus mengedepankan etika partai, semua harus sesuai mekanisme, dan tidak mengecilkan pimpinan,” jelasnya.

Baca Juga: Data Kemiskinan Tak Valid, Ace Hasan Sebut Bansos Kemensos dan Kemendes Akan Percuma

“Sabar dululah, Pak DN maupun Bu Nia karena ada tafsir-tafsir yang kurang bagus untuk beliau. Kok kenapa Pak Dadang ini tidak fair sebagai bupati. Kalau sejak awal Ibu Nia mau maju pasti kita tidak usahlah maju dan pasti akan mendukung beliau."

"Toh di daerah-daerah lain tidak ada yang menggunakan cara seperti ini. Kalau Ibu Nia maju yang silakan. Kalau dengan cara seperti ini, saya sudah sampaikan sejak awal pasti akan terjadi anti klimak, ketika yang jadinya Ibu Nia, karena ke delapan kandidat juga punya harapan yang besar dan effort yang besar pula, baik sumbersaya maupun sumber dana."

"Sosialisasi yang dilakukan ke delapan balon itu, semua punya harapan yang besar, karena rata-rata pendapatnya sama Ibu Nia ini untuk wakil bupati,” imbuhnya.

Baca Juga: Fraksi Golkar Ingatkan Bupati Tuban Terkait Pemerataan Pembangunan di Sisa Jabatan

Decree Kurnia Agustina Naser diputuskan maju sebagai calon bupati itu, kata Deding, sebaiknya oleh Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung dikonsultasikan dulu dengan DPD Jabar, dan bisa saja Dadang M. Naser itu mundur dulu dari Ketua DPD Golkar.

“Saya selaku kader Golkar juga melihat Ibu Nia itu hebat, spesial, tanpa didorong-dorong dia itu pasti akan jadi pemimpin, karena dalam forum apapun banyak yang menghendaki Ibu Nia sebagai pemimpin."

"Makanya sejak dari awal kalau Ibu Nia maju, kita tidak akan maju. Kalau sekarang semuanya sudah maju dan semua pembuktian kapabilitas itu bukan dengan kekuasaan tapi di lapangan yang alat ukurnya survei. Bikin segera survei, jadi semuanya akan adem lagi, sekarang ini gaduh. Jadi kalaupun rekomendasinya ke Ibu Nia, sekarang ini ‘camal‘,” ujar Deding.

Baca Juga: Roem Kono Apresiasi Kerja Keras Pemerintah Tangani COVID-19

Dengan yang dilakukan DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung ini juga, katanya, masyarakat akhirnya tahu belum ada calon dari Partai Golkar.

“Jangan diseret-seret seperti itu ketua umum, karena ketua umum tidak memerintahkan seperti itu. Pernyataan yang disampaikan itu akan mengecilkan Ibu Nia. Ini harus dibuktikan dilapangan."

"Kalau Ibu Nia banyak pendukungnya, buktikan pendukungnya bekerja, jangan meggunakan aparat, mohon maaf tunjukan kualitas bahwa Ibu Nia layak dikompetisikan dengan yang lain. Semua ini harus dibuktikan, semua akan menerima kalau mekanismenya dilakukan dengan baik,” papar Deding.

Baca Juga: Puteri Komarudin Minta Anggota BSBI Terpilih Perkuat Pengawasan Terhadap Bank Indonesia

Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Ketua DPD Partai Golkar Jabar Ade Barkah, tandasnya, sepakat perlu adanya survei, karena survei itu menunjukan keinginan masyarakat. Apa yang diinginkan masyarakat itu yang digulirkan Golkar.

“Kan tagline Pak Airlangga itu ‘Suara Rakyat, Suara Golkar’. Buktikan itu. Pemimpin yang baik hasil survei jalankan dulu untuk mengukur suara rakyat. Kalau itu dijalankan tidak akan gaduh seperti ini,” ujarnya. {visi.news}

fokus berita : #Ujang Komarudin #Deding Ishak #Ade Barkah Surahman