03 Juli 2020

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena mengatakan teguran Presiden Joko Widodo (Jokowi) tempo hari terhadap kecilnya realisasi anggaran penanganan Covid-19 bidang kesehatan yang hanya 1,53% dari total Rp75 triliun harus didudukkan dalam konteks yang tepat.

Melki pun menjelaskan bahwa anggaran penanganan Covid-19 bidang kesehatan telah mengalami kenaikan dari yang semulanya sebesar Rp75 triliun, kini telah menjadi Rp87,55 triliun.

“Dari total anggaran bidang kesehatan ini, Kementerian Kesehatan mengajukan anggaran Rp54,56 triliun yang disetujui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hanya Rp25,73 triliun,” ucap Melki kepada Indozone, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: Maman Abdurrahman Bantah Hubungan Golkar dan PDIP Memanas Karena RUU HIP

Dari total anggaran tersebut, anggaran yang sudah masuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenkes sebesar Rp1,96 triliun dengan realisasi sebesar 17,6% yaitu Rp331,29 miliar untuk insentif tenaga kesehatan pusat, dan Rp14,1 miliar santunan kematian tenaga kesehatan.

“Selebihnya anggaran sebesar Rp23,77 triliun masih dalam proses revisi DIPA dari Kemenkeu yang artinya anggaran ini belum masuk ke DIPA Kementerian Kesehatan sehingga belum bisa direalisasikan,” ungkapnya.

Selain itu, politisi Partai Golkar ini pun menjelaskan bahwa selisih anggaran penanganan Covid-19 di luar Rp25,73 triliun, yakni sebesar Rp61,82 triliun dikelola melalui BA BUN Kementerian Keuangan dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga: Puteri Komarudin Minta Anggota BSBI Terpilih Perkuat Pengawasan Terhadap Bank Indonesia

“Komisi IX DPR RI tentu sangat concern dengan realisasi anggaran penanganan COVID-19 yang saat masih belum optimal, namun Komisi IX DPR RI saat ini hanya bisa mengawal realisasi anggaran yang langsung dikelola oleh Kementerian Kesehatan,” tutup Melki. {www.indozone.id}

fokus berita : #Melki Laka Lena


Kategori Berita Golkar Lainnya