04 Juli 2020

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya peran perawat dalam membangun sistem kesehatan nasional. Menurut Melki, perawat memiliki peran vital karena merupakan garda terdepan yang langsung bersinggungan dengan kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan.

Hal itu disampaikannya dalam webinar bertajuk 'Dukungan Parlemen: Regulasi dan Kebijakan Pelayanan Keperawatan dan Kesejahteraan Perawat dalam Penguatan Sistem Kesehatan Nasional', Sabtu (4/7/2020).

"Perawat dan dokter ini khususnya perawat, perannya sangat vital karena pasien itu pasti lebih sering bersentuhan dengan perawat dibanding tenaga kesehatan lain, dibanding dokter, bidan farmasi, lebih ke arah belakang. Tapi yang paling terdepan itu pasti perawat yang sehari-hari bersentuhan dengan seluruh jenis urusan kebutuhan pasien atau masyarakat baik yang sehat atau yang sakit," kata Melki.

Baca Juga: Apresiasi Tenaga Medis Lawan COVID-19, IIPG Bagikan 1500 Paket Makanan Siap Saji di Wisma Atlet

Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, berdasarkan data BPPSDM Kementerian Kesehatan (per 31 Desember 2019), jumlah keseluruhan perawat di Indonesia sebanyak 376.136. Namun, jumlah itu masih kurang jika merujuk standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Rasio perawat secara nasional 113,4 perawat per 100 ribu penduduk. Hal itu jauh dari standar WHO yang idealnya 180 perawat per 100 ribu penduduk. Melki memaparkan dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 8 provinsi yang memenuhi standra WHO, yaitu DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Bangka Belitung, DI Aceh, Maluku, Sulawesi Utara, Bengkulu dan Jambi.

"Provinsi dengan rasio tertinggi adalah DKI Jakarta yaitu 221,5 per 100 ribu penduduk. Provinsi dengan rasio perawat terendah adalah Lampung 48,9 perawat per 100 ribu penduduk," ujar Melki. {www.tribunnews.com}

fokus berita : #Melki Laka Lena


Kategori Berita Golkar Lainnya