06 Juli 2020

Berita Golkar - DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Barat (Kalbar) menjagokan empat kadernya untuk berlaga di tujuh kabupaten di Kalbar yang menggelar Pilkada 2020.

Keempat kader itu adalah Martin Rantan sebagai bakal calon Bupati Ketapang, Syamsul Rizal sebagai bakal calon Wakil Bupati Bengkayang, Abang Ahmadin sebagai bakal calon Bupati Melawi, dan Arifidiar atau Rubaeti Erlita sebagai bakal calon Bupati Sambas.

Ditambah Agus Mulyana sebagai bakal calon Wakil Bupati Kapuas Hulu, sebelumnya Golkar berpotensi mengusung lima kader di Pilkada 2020. Namun peta berubah setelah Agus Mulyana mengundurkan diri dari pencalonan.

Baca Juga: Misbach Mulyadi Pastikan Musda Golkar NTB Paling Lambat 31 Juli 2020

Dengan empat kadernya itu, Golkar bertekad menang di Pilkada Ketapang, Bengkayang, Melawi, Sintang, dan Sambas. Khususnya di Sintang, Partai Golkar akan mengusung kader partai lain yaitu Jarot Winarno.

Guna mematangkan persiapan tersebut, DPD Partai Golkar Kalbar menggelar pertemuan dengan DPD Partai Golkar dan bakal calon kepala daerah di tujuh kabupaten tersebut. Pertemuan digelar selama dua hari, 4 dan 5 Juli 2020.

Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa pertemuan tersebut digelar secara tertutup di Gedung Zamrud Khatulistiwa atau Kantor DPD Partai Golkar Kalbar di Jl Ahmad Yani Pontianak.

Baca Juga: Jelang Pilwalkot Makassar 2020, AMPG Kota Makassar Rapatkan Barisan

"Agenda kita memanggil dan berkomunikasi dengan seluruh jejaring infrastruktur Partai Golkar dengan calon-calon kepala dearah, yang memang belum kita putuskan atau finalkan secara administrasi. Namun secara koalisi sudah selesai, hanya tinggal menunggu admnistrasinya saja,'' katanya kepada Tribun Pontianak di Kantor DPD Partai Golkar Kalbar, Sabtu (4/7) malam.

Maman yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar, menjelaskan tak ada strategi khusus partainya untuk menang di Pilkada 2020. Hanya saja dua hal yang ditekankannya kepada seluruh jajaran partai.

"Yang pertama adalah melakukan konsolidasi internal, baik itu didalam fraksi kita dan konsolidasi orgasnisasi kita sampai di tingkat akar rumput," katanya.

Baca Juga: Ratusan Kader Ancam Keluar Partai Jika Fraksi Golkar Dukung Pembahasan RUU HIP di DPR

Hal kedua adalah keputusan penentuan bakal calon akan didasarkan pada hasil survei terlebih dahulu. Walaupun dikatakannya survei tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar, namun paling tidak Golkar sudah memiliki acuan awal.

"Dari segi elektabilitas, kita berharap calon-calon yang kita usung memiliki elektabilitas yang cukup baik,'' jelas Maman.

Selain itu, kader yang diusung juga harus pernah berkontribusi dengan program - program yang pro dengan masyarakat. Meski belum semuanya, Maman mengungkapkan sejumlah nama yang akan didorong maju di Pilkada 2020.

Baca Juga: Gantikan Hendra Budian, TM Nurlif Tunjuk Aramiko Aritonang Jadi Plt Ketua Golkar Bener Meriah

Maman menyebut nama yang sudah final adalah Martin Rantan sebagai bakal calon Bupati Ketapang dan Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal sebagai bakal calon Bupati-Wakil Bupati Bengkayang.

"Lalu tadi kita menyaksika MoU berkoalisi atau berpasangan antara Panji Bupati Melawi dengan Abang Ahmadin, Wakil Ketua DPRD Melawi yang sekaligus Ketua Harian Partai Golkar (Melawi). Namun kita masih belum bisa mengeluarkan surat karena masih dalam proses,'' papar anggota DPR RI itu.

Pada Pemilu 2020 di Kalbar, Maman mentargetkan Golkar dapat menang di lima daerah pemilihan yaitu Ketapang, Bengkayang, Melawi, Sintang, dan Sambas.

"Kalau di Sekadau kita memang tidak memiliki kader, jadi kita memilih kader di luar Partai Golkar. Kalau di Kapuas Hulu kita masih melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain,'' katanya.

Baca Juga: Bambang Patijaya Salurkan Sembako Bagi Masyarakat Tukak Sadai Lewat Paguyuban Vespa Pangkalpinang

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar Prabasa Anantatur pun membeberkan nama-nama para bakal calon yang akan diusung dan didukung Partai Golkar di tujuh daerah yang akan melaksanakan pilkada.

Setidaknya, ada empat kader Partai Golkar yang akan bertarung diempat dari tujuh daerah yang bakal melaksanakan pesta lima tahunan itu. Namun, dari empat daerah yang bakal di isi kader, Prabasa menjelaskan pihaknya masih menimbang-nimbang untuk Sambas, apakah kepada Rubaeti Erlita ataupun Arifidiar.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kalbar ini mengatakan jika upaya pihaknya memanggil para bakal calon sambil mematangkan dari pendaftatan, pengumuman, kemudian diverifikasi agar para bakal calon yang sudah mendapat SK baik keputusan sementara dan surat tugas tidak tersandung akibat hal administrasi.

Baca Juga: Agung Laksono Harap Isu Reshuffle Bakal Picu Menteri Jokowi Kerja Lebih Keras

"Dari tujuh kabupaten, kita tahu bahwa Kapuas Hulu Golkar sudah mengeluarkan surat tugas kepada Pak Agus Mulyana, namun ternyata Pak Agus Mulyana mundur, sehingga kita kembalikan kepada DPP, surat tugasnya kita tarik kembali. Kapuas Hulu ada dua bakal calon kita panggil, H Baiduri dan H Hamdi Ja'far, tinggal keputusan di pusat," katanya, Minggu (5/7/2020).

"Untuk Sintang surat tugasnya awalnya kader sendiri, namun kemudian saat sekarang kita mendukung Pak Jarot Winarno karena juga mendaftar ke Golkar. Jika tidak ada halangan Pak Jarot akan berpasangan dengan Pak Sudiyanto ( Kepala DPMPTSP Sintang, red) akan kita usulkan dipusat," timpalnya.

Sementara Sekadau dan Ketapang, Prabasa menjelaskan pihaknya mendukung dan mengusung petahana.

Baca Juga: GEMA Ormas MKGR, AMPG dan AMPI Kompak Dukung Rahmat Effendi Pimpin Lagi Golkar Kota Bekasi

"Sekadau sudah jelas, kita hanya mengusulkan satu pasang yaitu incumbent, Rupinus-Aloysius. Ketapang sudah jelas tetap Martin Rantan-Farhan, Bengkayang tetap Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal, tinggal Sambas ini ada kader belum diputuskan. Sambas itu Arifidiar dan Rubaeti. Melawi tetap, karena surat keputusan sudah, Panji-Abang Ahmadin," jelasnya.

Lebih lanjut, Prabasa pun mengatakan jika keputusan akhirnya nanti akan dikeluarkan oleh DPP. "Kita panggil ke DPD kita ingin tau sejauh mana para bakal calon menggalang kekuatan. Ditingkat DPD kita mengusulkan, tinggal keputusan di DPP, DPP akan memanggil para bakal calon," tutupnya.

Ketika ditemui Tribun di Gedung Zamrud Khatulistiwa, Bupati Melawi Panji mengatakan optimis dapat melanjutkan jabatannya melalui Pilkada 2020 ini. Ia mengaku sudah punya modal beperapa program unggulan, serta program lanjutan.

Baca Juga: KPPG Dorong Kader Perempuan Golkar Maju di Pilkada 2020

"Yang pertama, tetap infrastruktur, artinya pembangunan dasar, pembangunan strategis untuk kepentingan masyarakat,'' katanya.

"Lalu, bilamana kami dipercaya oleh masyarakat dan Tuhan merestui untuk kembali memimpin Melawi, maka kami akan juga fokus kepada bidang pertanian, lalu pendidikan, kesehatan masih terus akan dikembangkan,'' timpalnya.

Di luar program itu, Panji tak punya strategi khusus untuk memenangkan Pilkada Melawi 2020. Katanya ia hanya akan fokus mensosialisasikan berbagai programnya kepada masyarakat secara jujur berdasarkan fakta yang sudah berjalan maupun yang akan diperjuangkan.

Baca Juga: Punya Peran Vital, Melki Laka Lena Ungkap Indonesia Masih Kekurangan Tenaga Perawat

"Kami akan melakukan apa adanya, penjelasan yang benar, janji-janji juga yang berpeluang mampu kita laksanakan. Tidak muluk-muluk, jangan sampai kami menjadi orang berbicara tidak mengukur baju di badan, berkemauan tidak mengukur potensi yang dimiliki,'' katanya.

Di tempat yang sama, Sebastianus Darwis juga menyatakan optimismenya terpilih menjadi Bupati Kabupaten Bengkayang. "Saya sudah siap lahir dan batin, karena sudah turun ke lapangan, sudah berjalan hampir 10 tahun yang lalu, 5 tahun lalu sampai sekarang," katanya.

Darwis punya pengalaman dua kali mencalonkan diri sebagai Bupati Bengkayang. "Saya sudah dua kali nyalon, sehingga saya sudah tahu titik-titiknya, dan masyarakat Bengkayang itu hanya ingin perubahan," tuturnya.

Baca Juga: Cinta Kampung, Ketua Golkar Sumbar Khairunnas Siap Maju di Pilkada Solok Selatan

Dalam upaya untuk merebut hati masyarakat, kader PDI Perjuangan ini mengaku hanya melakukan hal yang sederhana, yakni blusukan mengkampanyekan program kerjanya.

"Saya akan melanjutkan program dari bupati terdahulu, lalu untuk program utamanya merampungkan Infrastruktur yang belum terselesaikan, jalan, listrik, jembatan, pengadaan air bersih," katanya.

Berikutnya adalah meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan juga lingkungan hidup. Selain itu, dalam program kerjanya ia juga akan fokus dengan pengelolaan pariwisata yang da di Kabupaten Bengkayang.

"Bengkayang itu sangat potensial sekali dengan pariwisatanya," jelasnya. Kepada partai pengusung termasuk Golkar, Darwis berkomitmen memberikan yang terbaik.

Baca Juga: Masuki Kemarau Di Tengah Pandemi, Bamsoet Minta Pemerintah Antisipasi Karhutla di 7 Provinsi

Satu di antara bakal calon dari Partai Golkar untuk Sambas, Rubaeti Erlita mengungkapkan kesiapannya untuk maju di Pilkada 2020. Ia pun berharap agar mendapat kepercayaan dari Golkar terlebih telah menjalin komunikasi dengan sejumlah Parpol.

"Kalau untuk masalah kader kami memang dua (Rubaeti dan Arifidiar, red), jadi belum diputuskan siapa yang akan membawa perahu Golkar karena kader ini dilihat dari hasil survei. Namun Saya sudah menjalin komunikasi dengan PDI Perjuangan, PKS, PAN, NasDem dan PKB," katanya, Minggu.

Terlebih, dirinya juga bukanlah sosok yang lama di Sambas. "Kalau untuk persiapan di Kabupaten Sambas kita melihat antusias masyarakat bagaimana mendukung saya, kan saya juga bukan tokoh baru karena memang telah dikenal masyarakat."

Baca Juga: Pilkada Blora 2020, Golkar Bakal Usung Kader Sendiri

"Pendekatan dengan masyarakat sebenarnya bukan hanya akan mau maju pilkada atau nyalon, namun pendekatan kita sudah 20 tahun yang lalu, jadi chemistry dengan masyarakat Sambas terjalin sejak lama, buktinya saat pemilu saya mendapatkan dukungan luar biasa sebagai DPD RI dan suara yang besar," ungkapnya.

Ia pun menerangkan telah membentuk tim dan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. "Untuk persiapan kedepan kita sudah membentuk tim, lobby-lobby dengan partai lain dan melakukan pendekatan komunikasi, sosialisasi dengan masyarakat serta seluruh lini, tinggal gongnya saja kita menunggu," bebernya.

Lebih lanjut, Rubaeti pun mengatakan jika ia tetap menghargai apapun keputusan DPP. "Keputusan DPP akan diputuskan oleh DPP, seumpama keputusan partai diberikan kepada salah satu kandidat, kita harus saling mendukung dan legowo."

Baca Juga: Terpilih Aklamasi, Suparman Kembali Pimpin Golkar Lebak Hingga 2025

"Kalau perahu Partai Golkar tidak diberikan kepada saya, saya akan mendukung kandidat yang diberikan, namun jika saya yang diberikan saya juga minta dukungan dari kandidat sepenuh hati," pungkasnya. {pontianak.tribunnews.com}

fokus berita : #Maman Abdurrahman


Kategori Berita Golkar Lainnya