08 Juli 2020

Jelang Musda Golkar NTB, Lobi Ahyar Abduh Menguat Ancam Posisi Suhaili FT

Berita Golkar - Tensi politik perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTB kembali memanas. Salah satu kandidat kuat Ketua, H Ahyar Abduh terus bergerilya menghimpun dukungan dari DPD kabupaten/kota.

Yang menarik, Ahyar mengklaim beberapa DPD kabupaten/kota yang awalnya enggan mendukung mulai melunak. “Beberapa DPD II (yang tadinya tidak mendukung) yang secara tersirat sudah mengarah ke kita,” katanya.

Tetapi Wali Kota Mataram itu masih merahasikan DPD kabupaten/kota mana yang dimaksud. “Tersuratnya nanti pada saat Musda,” imbuhnya.

Baca Juga: Golkar Jatim Siap Gelar Musda di 19 Kabupaten/Kota

Dukungan DPD kabupaten/kota sangat penting bagi politisi gaek itu. Sebelumnya, Suhaili cukup kokoh membangun benteng politik dengan menghimpun dukungan 8 DPD kabupaten/kota.

Hal inilah yang kabarnya membuat Musda Golkar Provinsi NTB ditunda beberapa kali. Sampai akhirnya ditunda lebih lama karena muncul Pandemi Covid-19. “Ya kami tetap berharap Musda dapat berlangsung melalui proses musyawarah mufakat,” harapnya.

Goyahnya komitmen 8 kabupaten/kota, menandai benteng politik Suhaili mulai reot. Pertarungan politik kembali tersaji di balik layar menuju Musda Golkar NTB.

Baca Juga: Bupati Mamuju Tengah, Aras Tamauni Digadang-gadang Pimpin Golkar Sulbar

Panggung Musda yang ditarget paling lambat 31 Juli diprediksi hanya jadi seremoni menunjuk ketua secara aklamasi. Sementara pertarungan politik sudah dan sedang berlangsung saat ini. Sampai batas waktu yang ditentukan nanti.

Beberapa DPD kabupaten/kota yang berbalik mendukung Ahyar menandai serunya perebutan kursi ketua Golkar Provinsi NTB.

Ahyar optimis dapat meyakinkan sebagian besar DPD kabuaten/kota dan memastikan panggung Musda dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat. “Saya rasa semua masih terbuka dan dinamis,” ulasnya.

Baca Juga: Tanpa Pesaing, Sahbirin Noor Diprediksi Bakal Pimpin Kembali Golkar Kalsel

Sebelumnya DPP  disebut menginginkan Ahyar sebagai ketua sebenarnya sudah terdengar dari awal persiapan Musda. Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Azis Syamsuddin bahkan menyampaikan hal itu langsung di hadapan Suhaili dalam rapat yang digelar di DPP.

Tetapi solidnya dukungan 8 DPD ke Suhaili membuat DPP meminta Suhaili dan Ahyar berunding. “Rapat itu dipimpin oleh pak Azis Syamsuddin,” kata Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB H Misbach Mulyadi.

Informasi yang dihimpun Lombok Post menyebut hasil perundingan tak membuahkan hasil. Suhaili dan Ahyar tetap ngotot ingin menakhodai Golkar NTB.

Baca Juga: Didukung 31 Pengurus Kecamatan, Arif Fathoni Calon Tunggal Ketua Golkar Kota Surabaya

Suhaili kabarnya siap melepas kursi ketua, bila perintah langsung disampaikan Ketua Umum Airlangga Hartarto. Bupati Lombok Tengah itu lantas meminta jadwal pertemuan dengan Airlangga untuk mendengar perintah itu.

Namun permintaan jadwal bertemu melalui Sekretaris Jendral Lodewijk F Paulus tak diluluskan. DPP tetap teguh menginginkan Ahyar sebagai ketua yang baru.

Lobi-lobi politik sempat stagnan saat Ahyar dan Suhaili sama-sama sibuk menakhodai daerah yang dipimpin menghadapi pandemi. Lantas siapakah yang akhirnya terpilih sebagai ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTB nanti? “Tunggu saja Musda digelar,” pungkasnya. {lombokpost.jawapos.com

fokus berita : #Ahyar Abduh #Suhaili