12 Juli 2020

Berita Golkar - Arif Fathoni akhirnya ditetapkan menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Surabaya periode 2020-2025 pada Musda Partai Golkar di Surabaya, di Hotel Luminor Surabaya, Minggu (12/7).

Ditemui usai acara, Arif Fathoni bersyukur dan merasa terhormat atas dukungan 31 ketua pimpinan kecamatan (PK) Surabaya dan Hasta Karya Partai Golkar. 

"Ini berkat dukungan PK dan Hasta Karya Partai Golkar. Alhamdulillah secara aklamasi saya didapuk menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya periode 2020-2025 menggantikan Blegur Prijanggono," ujarnya. 

Baca Juga: Kelik Susilo Ardani Pastikan Golkar Purworejo Menangkan Agus Bastian-Yuli Hastuti 60 Persen Suara

Ke depan, Arif Fthoni berjanji akan menyolidkan seluruh internal partai terutama menyambut agenda terdekat untuk menghadapi pilkada Surabaya. "Seluruh energi dan konsentrasi partai akan kami arahkan bagaimana bisa memenangkan Pak MA dalam Pilkada 2020," lanjut Toni, sapaan akrabnya.

Misi jangka panjang DPD Golkar Kota Surabaya, menurut Toni karena zaman terus bergerak dan pihaknya segera memposisikan Partai Golkar mampu mengakselerasikan kehendak masyarakat Surabaya.

Khususnya agar aspirasi warga tertuang dalam rencana pembangunan Kota Surabaya jangka pendek maupun jangka panjang melalui peran Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya.

Baca Juga: Sambangi Gandung Pardiman, Ini Keluh Kesah Paguyuban Lurah se-Gunungkidul

 

"Di era digitalisasi ini, maka partai harus terbuka terhadap setiap tahapan rekrutmen kaderisasi dan lain-lain. Sehingga setiap proses partai politik itu tidak menjadi ruang kosong yang tidak bisa diakses oleh masyarakat," terang dia.

Lebih jauh, Toni mempunyai mimpi Partai Golkar ke depan menjadi partai yang akuntabel. Artinya setiap satu suara yang diberikan masyarakat Surabaya kepada Partai Golkar di dalam Pemilu 2019 kemarin, harus dielaborasi dengan kerja-kerja kerakyatan, advokasi kerakyatan oleh Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya.

"Baik dalam bentuk hearing-hearing, pengaduan masyarakat, prolegda dan kebijakan penganggaran yang berbasis pada kepentingan rakyat," bebernya. 

Baca Juga: DPP Golkar Rekomendasikan Adi Sukemi-M Rais Maju di Pilkada Pelalawan

Toni juga menegaskan dengan terpilihnya dia menunjukkan Golkar bukan partai oligarki. "Alhamdulillah di usia saya tergolong muda bisa memimpin Partai Golkar. Ini juga sekaligus menunjukkan Golkar bukan partai oligarki," tegasnya.

Pria yang masih berusia kepala tiga ini menjelaskan jika Golkar adalah partai oligarki tentunya bukan dia yang terpilih. Tapi merupakan anak orang elit. "Yang membanggakan saya anak seorang guru SD dan mantan wartawan," imbuh dia. {jatimtimes.com}

fokus berita : #Arif Fathoni


Kategori Berita Golkar Lainnya