13 Juli 2020

Jika Empat Pilar Kebangsaan Diamalkan, Maman Abdurrahman Yakin NKRI Takkan Terpecah-Belah

Berita Golkar - Anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman menggelar seminar dan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Sabtu (11/7/2020) pagi. Kegiatan diikuti Forum Masyarakat Peduli Serdam (Formaslidam).

Pemateri kegiatan, Maman Abdurrahman mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan guna membumikan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar yakni, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada masyarakat.

“Empat pilar ini menjadi pondasi kita. Jika diamalkan, kita tidak akan terpecah belah,” ujar Maman, yang juga Ketua Bapilu DPP Golkar.

Baca Juga: Bukan Kasmidi Bulang, Golkar Usung Mahyunadi-Lulu Kinsu di Pilkada Kutai Timur

Empat pilar kebangsaan berperan penting mengawal persatuan bangsa. Pilar pertama adalah Pancasila, yang merupakan ideologi negara Indonesia. Kedua UUD 1945 sebagai landasan konstitusional. Ketiga NKRI sebagai negara berdaulat. Terakhir, Bhineka Tunggal Ika sebagi filosofi keberagaman.

“Nilai-nilai ini harus selalu menjadi pedoman dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” mintanya.

Ketua DPD Partai Golkar Kalbar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, apalagi diadudomba oleh pihak-pihak tertentu yang bisa menimbulkan perpecahan sesama anak bangsa. Belakangan, isu intoleran kerap mencul di tengah masyarakat.

Baca Juga: Golkar Usung Said Arif Fadilah-Sujarwo di Pilkada Siak 2020

“Kalau kita bicara perbedaan agama seharusnya sudah selesai sejak lama. Karena Pancasila mengakui enam agama,” ungkapnya.

Untuk itulah, dia kembali mengigatkan agar nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diamalkan dengan baik. Sebab Pancasila telah menjaga bangsa Indonesia dari perpecahan. Ketua Formaslidam, Tommy Hermansyah menyambut baik kegiatan sosialisasi empat pilar yang digelar Maman Abdurrahman.

“Kita beruntung punya Pancasila. Pancasila ini dengan perjuangan semua pihak, kemudian menjadi bangsa Indonesia tetap teguh, tegak, eksis dan tak terpecah,” kata Tommy. {insidepontianak.com}

fokus berita : #Maman Abdurrahman