15 Juli 2020

Yahya Zaini Apresiasi Langkah Menko Perekonomian Gandeng 12 Importir Serap Gula Petani

Berita Golkar - Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Yahya Zaini mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang menggandeng Importir Gula utuk menyerap gula petani pada masa giling tahun 2020.

Yahya yang merupakan Anggota DPR dari daerah pemilihan (Dapil) VIII Jawa Timur yang mencakup wilayah Jombang, Nganjuk, Kabupaten dan Kota Mojokerto, serta Kabupaten dan Kota Madiun, menilai kebijakan Menko Perekonomian tersebut akan berdampak besar bagi petani, untuk tetap bisa bertahan dan terus memproduksi tebu.

“Kebijakan yang diambil Menko Perekonomian sangat tepat untuk menjaga stabilitas harga gula petani supaya tidak anjlok," kata Yahya di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga: Seri Marawiyah Kantongi Rekomendasi DPP, Ketua AMPG Berau Ajak Seluruh Kader Rapatkan Barisan

Menurut Yahya, kesepakatan dengan 12 Importir Gula, akan memberikan kepastian penyerapan gula petani. Artinya, petani memiliki kepastian pendapatan dan keuntungan yang akan diperoleh. Pasalnya, harga Rp11.200 yang ditetapkan lebih tinggi daripada harga di pasaran, yang pekan lalu berkisar Rp10.900 per kg.

"Tentu langkah ini akan sangat membantu perekonomian Petani Tebu secara langsung. Saya sendiri banyak mendapatkan keluhan dari petani di dapil yang mayoritas penghasil tebu,” ujarnya.

Lantaran kebijakan ini, Yahya menyebutkan, petani akan merasa senang dan bergairah untuk menanam tebu serta tidak mudah mengalihkan lahannya untuk komuditas lain. Kebijakan semacam ini, lanjutnya, patut untuk dipertahankan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Wanita Perobek Alquran Disebut Sakit Jiwa, Erna Rasyid Bingung Orang Gila Bisa Menyesal

“Selanjutnya, saya berharap ada pembagian tugas dari masing-masing importir untuk membeli gula petani dari pabrik gula supaya jelas pelaksanaan dari kesepakatan tersebut. Hal ini juga untuk memudahkan pengawasan di lapangan," jelasnya.

Yahya juga meminta para petani agar pasca kesepakatan tersebut tidak menjual gula dibawah harga Rp 11.200 per kg. Karena pihak importir sudah siap dan menjamin membeli gula dengan harga yang telah disepakati tersebut.

“Sudah ada selisih keuntungan yang diperoleh para importir, karena itu 12 importir yang telah bersepakat harus segera merealisasikan pembelian gula petani,” tegasnya. {akurat.co}

fokus berita : #Yahya Zaini #Airlangga Hartarto