19 Juli 2020

Berita Golkar - DPP Partai Golkar telah menunjuk satu dari dua kader terbaiknya di Kabupaten Kutai Timur, untuk mendapatkan surat rekomendasi dalam gelaran Pilkada Kutim 9 Desember 2020 mendatang.

Surat sakti tersebut, jatuh ke tangan Mahyunadi, anggota DPRD Kalimantan Timur yang pada periode lalu menjabat sebagai Ketua DPRD Kutim. Sementara, Kasmidi Bulang yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kutai Timur dan Plt Bupati Kutai Timur, terpaksa mencari perahu lain, bila ingin tetap berlaga di Pilkada Kutim, mendatang.

Ditemui di kediaman pribadinya, Kasmidi mengaku kecewa dengan apa yang dialaminya. Namun, ia tak mau berlarut dalam rasa itu.

Baca Juga: Miliki KTA Golkar Tapi Tak Diakui Kader, Suherman Fokus Pencalonan Pilgub Sumbar

“Kecewa, pasti. Setiap orang ada rasa kecewa ketika diperlakukan seperti ini oleh pengurus pusat. Tapi saya, sebagai orang Partai Golkar berpikir, ya biar sajalah. Saya tidak mungkin membawa kekecewaan ini untuk melakukan tindakan yang tak semestinya. Saya sebagai orang yang cinta pada partai ini, tetap akan melakukan pendekatan dan silaturahmi yang baik,” ungkap Kasmidi.

Alasannya tak mendapat rekomendasi?

“Saya diberi tahu, harus menjadi wakil dari Pak Mahyunadi. Kawin paksa, istilahnya. Saya pikir, bukan cuma saya yang tak mau. Tapi Pak Mahyunadi juga tidak akan mau. Karena masing-masing sudah jalan. Sudah sosialisasi dengan pasangan,” ujarnya.

Alasan kedua, lanjut Kasmidi, ia dipaksa berlaga dengan menduduki posisi bupati. Menurutnya, selain nama besar, parta seharusnya juga melihat figur dan persentase kemenangan.

Baca Juga: SOKSI Kabupaten Garut Rampungkan Restrukturisasi Kepengurusan Kecamatan

“Saya maunya begitu. Harus realistis. Bukan saya tidak berani maju sebagai Bupati. Tapi, saya pikir, saya maju berpasangan dengan Pak Ardiansyah Sulaiman adalah pasangan yang cocok. Beliau mantan Bupati dengan pribadi yang baik dan sudah dikenal masyarakat. Karena saya ingin, Kutim lebih baik lagi ke depan,” bebernya.

Berlaga di Pilkada bukan untuk kepentingan ego, kelompok atau kepentingan sekelompok. Tapi kepentingan orang banyak. Pastinya, niatan ke depan agar Kutim lebih baik lagi.

“Apa yang saya dan Pak Ismunandar kemarin lakukan, yang sudah baik, kita pertahankan. Sedangkan yang kurang, kita tingkatkan. Apalagi dengan kejadian kemarin (  OTT, red), dengan kondisi keuangan yang tidak stabil, itu harus dibenahi oleh seseorang yang tepat dan menurut saya, Pak Ardiansyah adalah sosok yang tepat,” ujarnya.

Baca Juga: Bantu Warga Kota Bekasi di Tengah Pandemi, Kosgoro 1957 Gelar Baksos dan Santunan Anak Yatim

Soal partai pengusung, Kasmidi masih enggan berbicara. Tapi, ia memastikan dalam waktu dekat akan segera mendeklarasikan diri bersama Ardiansyah Sulaiman.

“Saya tidak mau sesumbar tapi insya Allah saya juga akan deklarasi dan berpartisipasi pada Pilkada Kutim. Tunggu saja waktunya,” kata Kasmidi. {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Kasmidi Bulang


Kategori Berita Golkar Lainnya